Jumat, 29 Oktober 2021

TUGAS TARIAN TRADISIONAL INDONESIA DAN KEUNIKANNYA

DOWNLOAD DOKUMEN 


TARIAN TRADISIONAL INDONESIA DAN KEUNIKANNYA

Tari Bali asal Bali



 

Tari Bali asal Bali memiliki keunikan pada gerakan mata yang disebut dengan seledet. Sembari menarikan tarian Bali, penari akan melakukan seledet dengan melirik ke kanan dan ke kiri dengan mata terbuka lebar, tidak berkedip, dan disertai gerakan alis yang mengangkat.

 

Tari Saman asal Aceh



Tari Saman asal Aceh memiliki keunikan pada gerakannya. Tari Saman dilakukan secara berkelompok dan ditarikan dalam gerakan yang sangat harmonis. Gerakan penari saman sangatlah kompak, serempak, serta penuh makna, sehingga tarian Saman sangat terkenal hingga ke manca negara.

 

Tari Jaipong asal Jawa Barat



Tari Jaipong asal Jawa Barat memiliki keunikan pada gerakannya. Penari tari Jaipong bergerak sangat dinamis dan energi, memberikan kesan sensual namun kuat, humoris, dan semangat secara bersamaan.

 

Tari Piring asal Sumatera Barat



Tari Piring asal Sumatera Barat memiliki keunikan dari properti yang digunakannya. Tari Piring menggunakan piring dalam gerak tarinya, penari Tari Piring menari dengan gerakan yang cepat dan indah tanpa menjatuhkan piringnya.

 

Tari Selamat Datang asal Papua



Tari Selamat Datang asal Papua memiliki keunikan pada gerakan serta kostumnya. Tari Selamat Datang memiliki gerakan yang enerjik seperti meloncat, penuh kegembiraan, penghormatan, dan tidak ada satupun penari Selamat Datang yang terlihat murung. Kostum yang digunakan terdiri dari rok yang dibuat dari rumbai akar, penutup kepala, serta tubuh yang dilukis dengan ornament khas papua.


 

 

TARIAN TRADISIONAL INDONESIA DAN KEUNIKANNYA



 

TARI SAMAN DARI ACEH

"KEUNIKAN TARI SAMAN TERLETAK PADA KEKOMPAKAN GERAKANNYA YANG SANGAT MENABJUBKAN.TARI SAMAN JUGA MERUPAKAN TARIAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN ALAT MUSIK PENGIRING UNTUK MENGIRING TARIANNYA".



 

TARI REOG PONOROGO DARI JAWA TIMUR

 

"KEUNIKAN TARI INI TERLETAK PADA PROPERTI TARINYA.YAITU TOPENG SINGA BORONG.SAAT PENARI MENGGUNAKAN INI SAMBIL MENARI ADALAH HAL YANG MENABJUBKAN".



 

 

TARI TOR-TOR DARI SUMATRA UTARA

 

"KEUNIKAN TARI TOR-TOR YAITU ADANYA PROSESI TUA NI GADANG.PENARINYA JUGA HARUS MEMAKAI ULOS,YAITU KAIN TRADISIONAL SUKU BATAK"



 

TARI PIRING MINANGKABAU DARI SUMATRA BARAT

 

"KEUNIKAN TARI INI TERLETAK PADA PIRING SEBAGAI MEDIA TARIAN INI.GERAKAN PENARI YANG MENGAYUN AYUN DAN MEMUTAR PIRING SANGAT MENAKJUBKAN"



 

TARI KECAK DARI BALI

 

"KEUNIKAN TARI INI YAITU TERLETAK PADA GERAKAN TANGAN DAN SUARA 'CAK' 'CAK' 'CAK' YANG DILAKUKAN SECARA BERULANG ULANG".

 


Kamis, 28 Oktober 2021

MAKALAH SISTEM IMUN

DOWNLOAD DOKUMEN 

 

MAKALAH SISTEM IMUN

 

 

 

D

I

S

U

S

U

N

 

O

L

E

H

 

Guru Pembimbing:

Buk Uci

 

Tentang : SISTEM IMUN

 

 

 

 

KELOMPOK : 6

- NAJIYA MAHARANI

- SHERLIN

- ROSARI

- SISC

 

SISTEM IMUN

Sistem pertahanan tubuh (sistem imun) adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal, menghancurkan serta menetralkan benda-benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan bagi tubuh. Mekanisme pertahanan tubuh manusia meliputi pertahanan tubuh bawaan (pertahanan non spesifik) dan pertahanan adaptif (pertahanan spesifik).

 

 

A. Pertahanan Tubuh Bawaan (Pertahanan nonspesifik)

Pertahanan tubuh bawaan sejak lahir ini disebut nonspesifik karena tidak ditujukan untuk melawan antigen tertentu tetapi memberikan respon langsung terhadap berbagai antigen untuk melindungi tubuh. Setiap benda asing yang memasuki tubuh pertama kali akan dihadapi oleh mekanisme pertahanan nonspesifik. Mekanisme ini memiliki dua garis pertahanan yaitu :

1. Garis pertahanan pertama oleh bagian eksternal (terluar) tubuh seperti kulit, membran mukosa dan zat kimia antimikroba.

 

a. Kulit

   Gambar : Permukaan kulit

Kulit ditutupi sel-sel epitel yang sangat rapat. Kulit yang normal tidak dapat ditembus oleh bakteri dan virus. Mikroorganisme hanya dapat masuk melalui kulit jika sudah terluka. Kulit memiliki kondisi sedikit asam dengan pH 5 dan suhu kurang dari 37oC.Kondisi ini menyulitkan bakteri dan virus untuk dapat tetap hidup di permukaan kulit. Selain itu, lapisan sel-sel yang mati membuat permukaan kulit selalu berganti sehingga bakteri yang berada di permukaan kulit tersebut juga selalu terbuang dengan sel yang mati.

 

 

 

 

 

 

b. Membran Mukosa

Membran mukosa melapisi saluran pencernaan, saluran respirasi, saluran kelamin dan saluran ekskresi. Sama seperti kulit, membran mukosa tidak dapat ditembus oleh bakteri dan virus karena antara satu membran dan membran lain sangat rapat.Selain itu, membran mukosa juga melawan bakteri dengan pertahanan kimiawi. Membran mukosa menghasilkan mukus / lendir yang merupakan cairan kental untuk mengikat dan menggumpalkan bakteri atau benda asing yang masuk kedalam tubuh. Gumpalan ini kemudian akan dibuang oleh tubuh dalam bentuk cairan kental melalui mekanisme bersin atau batuk.

 

c. Zat Kimia Antimikroba

   Gambar : Kulit berkeringat

Kulit mampu mensekresikan protein anti mikroba seperti lisozim yang terkandung pada keringat, air ludah, air mata, dan air susu ibu (ASI). Zat kimia tersebut dapat menghancurkan lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri. Interferon yang merupakan protein antivirus yang dapat disintesis oleh sebagian besar sel tubuh sebagai respon terhadap kehadiran virus. Interferon berfungsi untuk menghentikan reproduksi dari virus.Selain interferon juga terdapat sistem komplemen yang tadinya tidak aktif namun akan diaktifkan oleh kehadiran antigen tertentu dan akan menghancurkan antigen tersebut.

 

 

 

 

 

2. Garis pertahanan kedua terjadi di bagian dalam tubuh berupa fagositosis oleh sel fagosit, reaksi inflamasi dan interferon.

a. Fagositosis

    Gambar : Sel makrofag

Sel-sel fagosistosis menelan dan mencerna (fagositosis) benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Fagositosis dilakukan oleh sel darah putih. Jenis-jenis sel darah putih yang dapat melakukan fagositosis adalah neutrofil, monosit, eosinofil, dan sel pembuluh alami. Jika sel telah dirusak oleh antigen maka sel tersebut akan mengirimkan sinyal kimiawi yang menarik sel fagosit untuk datang. Sel fagosit akan memasuki jaringan yang terinfeksi lalu menelan dan mencerna semua mikroba yang ada.

 

b. Reaksi Inflamasi

Jika mikroba telah merusak jaringan, sel-sel jaringan yang telah rusak tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal. Sinyal pertama adalah histamin yang mengakibatkan peradangan (pelebaran pembuluh darah), sedangkan yang kedua adalah interferon yang akan menyiagakan sel-sel lain.

1) Histamin
Sinyal yang diberikan oleh sel terinfeksi akan ditangkap oleh sel darah putih jenis basofil yang kemudian akan melepaskan histamin ke jaringan. Histamin menyebabkan pembuluh darah membesar dan meningkatkan migrasi sel-sel fagosit ke jaringan. Sel-sel fagosit segera akan menelan semua sel bakteri atau mikroba dan juga membersihkan jaringan tersebut dari senyawa yang berbahaya.
Peradangan juga mengakibatkan demam karena sel-sel leukosit melepaskan senyawa pirogen. Senyawa ini akan merangsang tubuh untuk menaikkan suhu dengan demikian meningkatkan pertahanan tubuh, menghambat pertumbuhan beberapa jenis mikroba, memudahkan fagositosis, mempercepat reaksi tubuh, dan mempercepat perbaikan jaringan.
2) Interferon
Interferon adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel yang terkena virus. Interferon berfungsi menghalangi perbanyakan virus dan mengaktifkan sel-sel yang dekat dengan sel yang telah terkena virus untuk bersiap melawan virus. Dengan adanya sinyal interferon ini sel yang telah dihubungi akan melawan semua serangan virus.

 

B. Pertahanan Tubuh Spesifik

Imunitas dihasilkan dari produksi antibodi spesifik yang dikhususkan untuk antigen tertentu. Antigen singkatan dari antibodi-generators, merupakan suatu molekul penanda yang terdapat pada permukaan sel yang dapat merangsang produksi antibodi. Sedangkan antibodi adalah protein plasma yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai respon terhadap keberadaan suatu antigen dan akan bereaksi dengan antigen tersebut.Pertahanan spesifik dapat mengenal benda asing atau antigen yang sama pada pertemuan berikutnya. Hal ini karena terdapat kemampuan mengingat kembali antigen tertentu. Hal ini dapat diaplikasikan pada konsep imunisasi. Imunisasi adalah pemberian perlindungan pada tubuh dari serangan penyakit dengan memberikan vaksin. Vaksin adalah suatu cairan yang berisi bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau dimatikan sehingga dapat menimbulkan kekebalan (imunitas) oleh antibodi. Jika kekebalan muncul karena respon dari adanya infeksi dan dapat sembuh, disebut kekebalan alamiah. Bila kekebalan timbul karena dibuat, contohnya karena vaksin maka disebut kekebalan buatan.Jenis kekebalan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

 

1. Kekebalan aktif terjadi apabila tubuh berkontak langsung dengan toksin atau patogen sehingga mampu antibodinya sendiri. Kekebalan aktif didapat secara alami atau buatan.

    Gambar : Suntik dan Faksin

•Kekebalan aktif alami diperoleh jika tubuh terpapar patogen sehingga antibodi diproduksi. Kekebalan ini akan bertahan seumur hidup.

•Kekebalan aktif buatan diperoleh karena pemberian vaksin. Dengan pemberian vaksin, memicu tumbuhnya sistem kekebalan tubuh terhadap jenis antigen yang diberikan dalam vaksin.

 

 

 

2. Kekebalan pasif terjadi jika antibodi satu dipindahkan kepada antibodi

yang lain. Terdapat dua kekebalan pasif diantaranya :

   Gambar : Suntik dan Faksin

Kekebalan pasif alami diperoleh dari pemberian ASI Ibu kepada bayi sehingga bayi memiliki sistem kekebalan sementara.

Kekebalan pasif buatan diperoleh dari injeksi antibodi manusia atau hewan lain yang tahan terhadap antigen tertentu. Contoh lainnya adalah pada pemberian serum antibisa ular dan immunoglobulin lainnya dari orang yang telah kebal. Hal ini hanya bertahan beberapa minggu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Abin Syamsuddin Makmun, (1996), Psikologi Kependidikan, Bandung, Penerbit Rosda Karya.

Bandura, A. 1969, Principles of Behavior Modification.

Havighurst, Robert J.(1960), Human Development and Education, New York, Longmans Green and co.

Santrok, J.W. and Yussen, S,R. 1992 Wm, C Brown Pub. Dubuque. Sumadi Suryabrata, (1988), Psikologi Kependidikan, Jakarta: CV Rajawali. Sudarwan danim, Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: Alfabeta, 2010)

Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Cet 1, Jakarta: CV Misaka Galiza, 2003)

Sunarto dan Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Rineka Cipta,

2008)

Wina Sanjaya, Perkembangan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: KencanaPrenada Media Group, 2011)

George Boeree, Metode Pembelajaran dan Pengajaran, terjemah oleh Abdul Qadir Shaleh, (Yogyakarta, Ar-Ruzz Media, 2010)

Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009)

Moh Zaen Fuadi, “Identifikasi Perilaku Dan Karakteristik Awal Siswa”, diakses dari http://moh-zaen-fuadi.blogspot.com/2011/11/identifikasi-prilaku-dan-karakter- awal.html, pada tanggal 4 Oktober 2013, pukul 19:30 WIB

Materi Fisika, “Kemampuan Awal Siswa”, diakses dari http://dasar- teori.blogspot.com/2011/09/kemampuan-awal-siswa.html, pada tanggal 5 Oktober 2013 pukul 15:30

http://www.nordanglia.com/warsaw/images/doc_library/curriculum/overview/Jere my_Ready_Set_Go_Final.pdf

Research Spotlight on Academic Ability grouping http://www.nea.org/tools/16899.htm

 



PROPOSAL PRAKARYA DADAR GULUNG

DOWNLOAD DOKUMEN 



PROPOsAL

Kewirausahaan

“Dadar Gulung”

 

 

Disusun Oleh:

1.     Cintia Dewi Cahyani

2.     Ikbal Safitra

3.     Mardiah Dewi Syaputri

4.     M. Rofiq Maulana

5.     Rahma Wati

6.     Weni Ardianti

 

 

Guru Pembimbing           : Hedi Aprison,ST,M.Pd

 

 

SMAN 2 TUALANG

TP. 2021/2022

 

Daftar Isi

 

 

Kata Pengantar..................................................................................................... 1

 

BAB I PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang............................................................................................................................ 2

B.      Tujuan Kegiatan......................................................................................................................... 2

C.      Manfaat kegiatan........................................................................................................................ 2

 

 

BAB II PROFIL USAHA

A.      Analisis SWOT.............................................................................................................................. 3

B.      Nama Usaha dan Lokasi Usaha......................................................................................... 4

C.      Jenis/Macam pemasaran Surat Perizinan Yang Harus Diurus....................... 4

 

 

BAB III ALAT DAN BAHAN

A.      Alat dan Bahan Baku Yang Dibutuhkan...................................................................... 5         

B.      Tenaga Kerja yang Dibituhkan......................................................................................... 5

C.      Proses Pembuatan.................................................................................................................... 5

 

 

BAB IV PEREHITUNGAN BIAYA

A.      Perhitungan biaya..................................................................................................................... 8

B.      Perhitungan harga jual.......................................................................................................... 8

 

 

BAB V PEMASARAN

A.    Promosi dan media Yang Digunakan............................................................................ 7

B.     Sistem Pemasaran................................................................................................................ 7

 

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................................................. 8

B.  Saran................................................................................................................................................. 8


KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan attas kehadiran Allah SWT. Sholawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan kina nabi besar Muhammad SWA. beserta keluarga dan para pengikutnya terucap pula syukur kepada Allah SWT. Karena atas izinnya, kami dapat menyelesaikan pennyusunan ini dengan baik. Dalam laporan ini kami akam membahas mengenai membuat makanan khas daerah pulau jawa yaitu “ Dadar Gulung”. Namun, yang kami akan bahas hanyak terbatas pada bidang-bidang yang sudah disebutkan diatas.

 

Saya menyadari bahwa penyususna proposal ini masih jauh dari kata kata sempurna. Namun kami berharap proposal ini dapat bermanfaat untuk kami dan orang lain. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun dari Bapak/Ibu Guru sangat kami harapkan.

 

Terima kasih Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                       Tualang 26, Oktober 2021


 

BAB I PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Dalam dunia PKWU banyak sekali kegiatan yang berkaitan dengan usaha, salah satunya kegiatan membuat makanan “Dadar Gulung”. Dalam Kegiatan yang tidak lepas dari PKWU daam pembelajaran PKWU perlu bahkan wajib mengetahui tentang usah-usaha seperti yang aka kami jelaskan yaitu membuat makanan khas daerah, kegiatan tersebut bukan hanyak membutuhkan pengertian tetapi juga proses yang baik dan benar dalam membuat makanan khas daerah salah salah satunya yang akan kami buat adalah makanan dari jawa Dadar Gulung.

 

Itu semua membutuhkan alat maupun bahan dalam melakukan kegitan tersebut, dengan membaca proposal ini tentang “Pembuatan Makanan Dadar Gulung” diharapkan dapat memahami pengertian, proses, dan apa saja alat dan bahan dalam pembuatan Dadar Gulung

 

B.      Tujuan Kegiatan

Untuk menambah wawasan serta berani dalam mengambil suatu Tindakan. Melatih kemampuan dalam bidang PKWU, dan menambah pengalaman serta pengetahuan dalam berwirausaha

 

C.     Manfaat kegiatan

1.      untuk mengembang kan usaha dan menguji strategi dan hasil yang di harap kan dari sudut pandang pihak lain 

2.        Untuk merangsang kreativitas dan daya mampu siswa dalam menghasilkan usaha

3.        Membuka wawasan dan meningkatkan kreatifitas dalam berwirausawan

4.        Meningkatkan mental agar mampu menghadapi persaingan bebas

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

 

A.     Analisis SWOT

Sebelum melaksanakan suatu usaha baru kita perlu mengetahui hal-hal/aspek-aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya dalah aspek kekuatan (strenght),Kelemahan (waeknees), Kesempatan (opportunities), dan ancaman (threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usaha akan berjalan lancar dengan sukses.

 

Berikut adalah beberapa hal dari masing-masing aspek diatas :

 

1.      Streanght

a.    Dadar gulung sudah menjadi makanan yang tidak asing lagi oleh orang banyak.

b.   Dadar gulung sudah tidak asing lagi menjadi makanan di area jawa.

c.    Dadar Gulung makanan khas Malang yang jarang di produksi di area Bandung, oleh karena itu hal ini dapat membuat orang penasaran akan rasanya dan akan mencoba memakannya dengan cara membeli dari produk kami

 

2.     Weaknees

a.  Perkembangan seperti warna dan isi sudah beraneka ragam

b.  Karena segmen pemasaran kami di sosmed , sulit bagi kami untuk menjangkau promosi karena jangkauan jaringan kadang kurang memungkinkan

 

3.     Opportunities

a.   Bahan yang digunakan mudah didapat

b.   Pengelolaanya cukup mudah

 

4.     Threath

a.    Produk kami adalah makanan sehingga harus di perhatikan kebersihannya untuk   kesehatan bagi yang memakannya (jangan sampai tidak higienis)

b.    Produk kami adalah makanan sehingga mempunyai batas waktu untuk dimakan (kedaluarsa) oleh karena itu kami sangat memperhatikan waktu pembuatan dan waktu pemasaran, agar saat di jual tidak kedaluarsa

 

 

B.      Nama Usaha dan Lokasi Usaha

      Nama Perusahaan               : Cake Rolls

      Tanggal Berdiri                  : 25 Oktober 2021

      Alamat Perusahaan             : Jl. Hang Nadim

      Jumlah Karyawan                : 6 Orang

      Jenis Perusahaan                 : Home Industry

      Prosuk Tradisional             : Kue Tradisional

                  

 

 

C.     Surat Perizinan Yang Harus Diurus

1.   SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

SITU ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah tingkat II. Prosedur untuk mendapatkan SITU adalah sebagai berikut:

·        Meminta surat kepada para penduduk dan diketahui RT dan RW setempat. Kemudian diteruskan ke kelurahan dan kecamatan. Setelah diketahui oleh lurah dan camat, akhirnya diurus di kota setempat/kabupaten setempat dan membayar biaya izin PERDA nomor 17/PD/1976/, dan nomor 09 tahun 1986

 

2.   SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh Menteri atau pejabat yang berwenang kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan di bidang perdagangan dan jasa.


 

BAB III ALAT DAN BAHAN

 

A.    Alat dan Bahn Baku Yang Dibutuhkan

1.   Peralatan

·        Wajan Teflon

·        Mangkuk

·        Saringan

·        Spatula

·        Sendor sayur

2.   Bahan Baku

·        250gr tepung terigu

·        Santan sedang 500ml

·        2 butir telur

·        2 sdm minyak

·        600ml air

·        Daun pandan secukupnya

·        Garam secukupnya

·        200gr kelapa parut

·        150gr gula merah

 

B.      Proses Pembuatannya

1. Dalam panci, rebus santan sedang dan tambahkan garam. Aduk terus hingga mendidih. Matikan api dan biarkan dingin.

2. Dalam wadah, campur tepung terigu, telur, dan minyak goreng. Aduk rata.

3. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga licin dan tidak bergerindil. Tambahkan pasta pandan. Aduk rata.

4. Panaskan wajan datar anti lengket atau teflon. Tuang 1 sendok sayur adonan. Ratakan adonan hingga menutupi seluruh permukaan wajan. Masak dengan api kecil hingga matang dan tidak lengket lagi. Angkat. Lakukan terus hingga adonan habis.

 

BAB IV PERHITUNGAN BIAYA

 

A.    Perhitungan Biaya

BAHAN

BIAYA

½ kg tepung terigu

Rp.5,000.00

Santan sedang 500ml

Rp.10,000,00

2 butir telur

Rp.3,000.00

½ kg minyak makan

Rp.7,000.00

1 buah kelapa

Rp.5,000.00

¼ gula merah

Rp.3,000.00

___________+

Rp.38,000.00

 

B.    Perhitungan Harga Jual

·        1 cup dadar gulung isi 2 pcs Rp.3,000,oo

·        1 cup dadar gulung isi 4 pcs Rp.5,000,00

·        1 pcs Rp.1,ooo,oo


 

BAB V PEMASARAN

 

A.    Promosi dan Media Yang Digunakan

·        Brosur

·        Sosial Media (WhatsApp, Instagram, Facebook)

B.    Sistem Pemasaran

a)     Pemasaran Melalui Brosur

Brosur merupkan salah satu alat pemasaranyang membantu para pelaku usaha untuk menginformasikan produk kepada para konsumen melalui selembar kertas .brosur harus dibuat secara menarik agar konsumen tertarik pada penawaran produk.kemudian gunakan lah bahasa yang mudah dipahami konsumen ,lengkapi brosur dengan gambar ,ciptakan desain yang terbaik dan terakhir pilih lokasi penyebaran.

b)    Pemasaran Melalui Media sosial

Pemasaran melalui media sosial adalah sebuah proses pemasaran yang dilakukan melalui pihak ke 3 yaitu website.pemasaran dengan media sosial tidak selalu berhubungan dengan jual beli secara langsug.Dalam pemasaran ini ,anda bias memasarkan konten dalam bentuk postingan di web,gambar atau video.


 

BAB VI PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Kesimpulanya,proposal yang memiliki tema makanan khas daerah  .banyak mengandung manfaat seperti dapat memberi pelajaran serta resep pembuatan dadar gulung.dan kemudian dapat mengetahui makanan yang semulanya tradisional menjadi makanan moderm.

 

B.    Saran

Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan tepat sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.Dalam berkewirausahaan diperlukan keyakinan,percaya diri,dan keuletan

   Seorang kewirausahaan haruslah selalu kreatif dan inovatif serta selau mengikuti trend dan slera komsumen agar pelanggan tidak mudah bosan

 

 

a

 

 


MAKALAH PKN MENGENAL SUKU JAWA

  MAKALAH PKN "MENGENAL SUKU JAWA"   D I S U S U N OLEH : Nama Kelompok 1.Reihaadi 2.Sri Rahayu zoratul ...