Kamis, 24 Maret 2022

BIOLOGI KELAS XI SEMESTER II KELAINAN / PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA & SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN

 

HAND OUT BIOLOGI KELAS XI SEMESTER II

KELAINAN / PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA

& SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN

 

Hari/Tanggal                                      :  Februari

Tujuan Pembelajaran                       : 1. Siswa mampu menjelaskan penyakit / kelainan pada sistem ekskresi

      manusia.

  2. Siswa mampu mengiddentifikasi sistem ekskresi pada beberapa

      hewan.

 

Materi Ajar :

 

Penyakit / Kelainan pada Sistem Ekskresi Manusia :

-          Albuminaria : adanya albumin dan protein lain pada urin.

-          Diabetes mellitus atau kencing manis : adanya gula (glukosa) dalam urin, yang disebabkan oleh kekurangan hormone insulin dalam darah.

-          Diabetes insipidus : penderita mengeluarkan urin terlalu banyak akibat kekurangan hormon ADH.

-          Batu ginjal : pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantong kemih.

-          Nefritis : kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat infeksi bakteri, misalnya bakteri Streptococcus.

Nefritis mengakibatkan seseorang menderita uremia (urin yang masuk ke dalam darah) atau oedema (penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air terganggu).

-          Hematuria : ditemukannya sel darah merah dalam urin.

-          Ketosis : ditemukannya senyawa keton dalam darah.

-          Polyuria : bilamana urin yang keluar dari tubuh sangat banyak dan encer.

-        Oliguria : bilamana urin yang keluar dari tubuh sangat sedikit, bahkan tidak berurin (anuria), akibat kerusakan ginjal secara total.

 

SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN

1.       Pada hewan invertebrate :

-          Protozoa : vakuola berdenyut (vakuola kontraktil) ® melalui membrane sel secara difusi

-          Coelenterata : lewat mulut (tenteakel) secara difusi

-          Porifera : lewat oskulum

-          Echinodermata : anus

-          Cacing pipih dan cacing pita : selenosit / protonefridium / sel api/ flame cell

-          Annelida (contoh cacing tanah) : metanefridium

-          Insecta : pembuluh malphigi

2.       Pada hewan vertebrata (PARAM):

-          Ikan : saluran ekskresi berhubungan dengan saluran reproduksi (UROGENITALIA)

Mempunyai sepasang ginjal opistonefros. Mekanismenya : sisa metabolisme ® opistonefros ® vas deferens ® bersatu dengan saluran kelamin ® kloaka (feses)

-          Amphibia : mempunyai sepasang ginjal mesonefros. Pada katak jantan saluran ginjal berhubungan dengan saluran reproduksi (UROGENITALIA), sedangkan pada katak betina terpisah. Ginjal Amphibi berhubungan dengan ureter di vesika urinaria.

-          Reptilia : mempunyai sepasang ginjal metanefros (yang berfungsi setelah pronefros dan mesonefros). Mekanisme : sisa metabolisme ® metanefros ® ureter ® vesika urinaria ® kloaka.

-          Aves : mempunyai ginjal metanefros, tapi tidak mempunyai vesika urinaria, sehingga hasil ekskresi langsung disalurkan ke kloaka. Pada burung laut, contohnya camar, sisa metabolisme yang diekskresikan berupa asam urat dan garam. Larutan garam diekskresikan oleh kelenjer di atas mata (nares).

 

UJI URIN

Ø Kandungan urin normal terdiri dari : air, urea, asam urat, amoniak, kreatinin, asam laktat, asam fosfat, asam sulfat, klorida, NaCl, dan zat-zat yang berlebihan dalam darah, misalnya vitamin C dan obat-obatan.

Ø Warna urine kuning muda berasal dari warna empedu  yaitu bilirubin dan biliverdin.

Ø Uji amoniak : apabila urin dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu dipanaskan, maka akan tercium bau gas amoniak yang menguap.

Ø Uji glukosa : Apabila urin penderita diabetes dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan larutan Benedict  atau gabungan larutan Fehling A dan larutan Fehling B, lalu dipanaskan, maka akan ditemukan endapan merah bata/orange pada urin tersebut. Sedangkan untuk orang normal, tidak terjadi perubahan warna dengan perlakuan yang sama.

Ø Uji protein : Apabila urin penderita albuminaria dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan larutan Biuret, maka terjadi perubahan warna pada urin, menjadi violet atau ungu. Sedangkan untuk orang normal, tidak terjadi perubahan warna dengan perlakuan yang sama.

Penderita diabetes dan albuminaria menunjukkan terjadi kerusakan pada ginjal, yaitu pada bagian nefron ginjal, tepatnya pada glomerulus.

 

 

 

EVALUASI

  1. Seseorang yang kekurangan hormon ADH  akan mengalami penyakit ....
  2. Apabila urin yang keluar dari tubuh sangat banyak dan encer.
  3. Alat ekskresi pada Porifera adalah ...
  4. Cacing pita mempunyai sistem ekskresi berupa ....
  5. Alat ekskresi pada Amfibi adalah ...
  6. Alat ekskresi pada manusia adalah...
  7. Urogenitalia adalah ....
  8. Tuliskan 3 kandungan pada urin
  9. Apabila ditemukan endapan merah bata pada urin dengan pemberian larutan benedict , berkemungkinan seseorang menderita ....
  10. Penderita albuminaria menunjukkan terjadi kerusakan pada bagian ......ginjal

 

 

DOWNLOAD FILE 

DOWNLOAD FILE EN

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PKN MENGENAL SUKU JAWA

  MAKALAH PKN "MENGENAL SUKU JAWA"   D I S U S U N OLEH : Nama Kelompok 1.Reihaadi 2.Sri Rahayu zoratul ...