HAND OUT BIOLOGI KELAS XI SEMESTER II
SISTEM EKSKRESI (ORGAN EKSKRESI)
Hari/Tanggal :
Februari
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa
mampu menjelaskan pengertian system ekskresi
2. Siswa mampu mengidentifikasi organ-organ
ekskresi
Materi Ajar :
Pengertian Sistem Ekskresi / Pengeluaran sisa
metabolisme :
Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan sisa-sisa
metabolisme (ekskret).
Limbah hasil metabolisme pada manusia dapat berupa :
ammonia, urea (seperti asam amino dan purin) dan asam urat, CO2, H2O
(uap air), logam berat, dsb.
Organ / alat ekskresi pada manusia ada 5, yaitu :
- Hati (hepar) ® menghasilkan empedu dan mengekskresikan zat
bilirubin
- Kulit (dermis) ®menghasilkan keringat yang mengandung : air,
garam mineral dan minyak
- Ginjal (ren) ® mengekskresikan urin yang mengandung : ammonia,
urea, air dsb.
- Paru-paru (Pulmo) ® mengekskresikan CO2 dan H2O
(uap air)
- Usus besar (kolon) ® mengekskresikan logam berat
HATI (HEPAR)
-
Merupakan organ kelenjer terbesar dengan berat berkisar 1,5 – 2 kg
-
Letak : rongga perut sebelah kanan
-
Menghasilkan empedu, yang terbuat dari sel-sel darah merah (eritrosit)
yang telah rusak
-
Pembuluh darahnya ada 2, yaitu : pembuluh aorta (nadi) dan pembuluh
vena porta hepatica
-
Hemoglobin (Hb) yang mengalir pada hati diurai menjadi
![]()
![]()
Hemin Zat besi
(Fe) Globin
![]()
![]()
![]()
Zat warna empedu disimpan di hati mensintesis protein albumin dan
globulin
(bilirubin & biliverdin)
dioksidasi
di usus
urobilin
![]()
urin dan tinja berwarna kuning
kecoklatan
-
Fungsi Organ Hati : 1. menyimpan
glikogen
2. pembentukan glukosa (glukogenesis)
3. tempat penimbunan mineral
4. tempat sintesis protein tertentu, contoh
albumin dan globulin
5. menghasilkan empedu
6. penawar racun (detoksifikasi)
7. Mengemulsikan (mencerna) lemak
PARU-PARU (PULMO)
Berfungsi
mengekskresikan CO2 dan H2O dari hasil pernapasan seluler
Reaksinya
:
|
|
USUS BESAR (KOLON)
Hasil
penguraian sel darah merah yang berlangsung di hati adalah bilirubin, yang
selanjutnya dirombak lagi menjadi urobilin dan logam berat, yang kemudian
diekskresikan oleh usus besar bersama feses.
KULIT (DERMIS)
Kulit
terdiri dari 2 lapisan yaitu :
1. Epidermis (kulit ari/kutikula) ® merupakan lapisan terluar dari kulit, yang memiliki
struktur tipis dengan ketebalan sekitar
0,07 mm terdiri atas beberapa lapisan, antara lain seperti berikut:terdiri dari
4 lapisan :
a) Stratum korneum yang
disebut juga lapisan zat tanduk.
Letak lapisan ini berada
paling luar dan merupakan kulit mati,karena tersusun dari 50 lapisan sel-sel
mati, dan akan mengalami pengelupasan secara perlahan-lahan,digantikan dengan
sel-sel yang baru.
b) Stratum lusidum,
yang berfungsi melakukan
“pengecatan” terhadap kulit dan rambut. Semakin banyak melanin yang dihasilkan
dari sel-sel ini, maka warna kulit akan menjadi semakin gelap. Selain itu melanin
juga berfungsi untuk melindungi sel-sel kulit dari sinar ultraviolet matahari
yang dapat membahayakan kulit. Walaupun sebenarnya dalam jumlah yang tepat
sinar ultraviolet ini bermanfaat untuk mengubah lemak tertentu di kulit menjadi
vitamin D, tetapi dalam jumlah yang berlebihan sangat berbahaya bagi kulit dan
dapat membuat kulit semakin hitam.
Berdasarkan riset, sinar
ultraviolet dapat merangsang pembentukan melanosit menjadi lebih banyak untuk
tujuan perlindungan terhadap kulit. Sedangkan jika kita lihat seseorang
mempunyai kulit kuning langsat, ini disebabkan orang tersebut memiliki pigmen
karoten.
c) Stratum granulosum,
yang menghasilkan pigmen
warna kulit, yang disebut melanin. Lapisan ini terdiri atas sel-sel hidup dan
terletak pada bagian paling bawah dari jaringan epidermis.
d) Stratum germinativum,
sering dikatakan sebagai
sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah. Sel-selnya
membelah ke arah luar untuk membentuk sel-sel kulit teluar. Sel-sel yang baru
terbentuk akan mendorong sel-sel yang ada di atasnya selanjutnya sel ini juga
akan didorong dari bawah oleh sel yang lebih baru lagi. Pada saat yang sama
sel-sel lapisan paling luar mengelupas dan gugur.
2. Dermis (kulit jangat) atau korium
® terdapat pembuluh darah,
akar rambut, ujung syaraf, kel. keringat (glandula sudorifera/sweal gland)
serta kel. minyak (glandula sebasea)
Jaringan dermis memiliki
struktur yang lebih rumit daripada epidermis, yang terdiri atas banyak lapisan.
Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis
dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas
kolagen, yaitu suatu jenis protein
yang membentuk sekitar 30%
dari protein tubuh. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan
bertambahnya usia. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya
kasar dan keriput.
Fungsi
kulit :
- Melindungi tubuh
dari bahaya mekanis dan kimiawi
- Penerima rangsang
(reseptor) / indra peraba
- Mengatur suhu tubuh
- Menyimpan cadangan
makanan berupa lemak
- Mengurangi hilangnya
air dari dalam tubuh (dehidrasi)
Ø Gambar Penampang Kulit


Proses
pengeluaran kelenjer keringat :
- Keringat sedikit :
suhu luar dingin ® aliran darah di hipotalamus dingin ® mengaktifkan pusat panas di hipotalamus ® suhu tubuh naik ® pembuluh darah kulit mengerut ® keringat sedikit.
- Keringat banyak :
suhu luar panas ®aliran darah di hipotalamus panas ® mengaktifkan pusat dingin di hipotalamus ® suhu tubuh turun ® pembuluh darah kulit melebar/mengembang ® keringat banyak.
GINJAL
(REN / NEFRON))
Fungsinya
:
- Mengekskresikan
zat-zat yang membahayakan tubuh (spt : protein asing, asam urat).
- Mengekskresikan
zat-zat yang jumlahnya berlebihan (spt : kadar gula).
- Mempertahankan
tekanan osmosis cairan ekstraseluler.
- Mempertahankan
keseimbangan asam dan basa.
Anatomi Ginjal :
-
Ginjal berjumlah sepasang, terdapat pada rongga perut
-
Bentuknya seperti ercis, panjang lebih kurang 10 cm.
-
Setiap ginjal (ren) terdiri dari 1 juta sel-sel nefron, yang berfungsi
untuk pembentukan urin dengan cara filtrasi dan reabsorbsi.
Struktur Ginjal :
![]()
![]()
1.
Ginjal Korteks (luar)
![]()
![]()
![]()
Medula ® terdapat
nefron Badan Malphigi Kapsula Bowman
Pelvis renalis Glomerulus
Tubulus Contortus
Proksimal
Tubulus Contortus
Distal
Tubulus Kolektivus (Tubulus Pengumpul)
Lengkung of
Henle®ascend(naik) &
descend (turun)
Proses Pembentukan Urin :
1. Filtrasi : proses penyaringan zat sampah
yang dapat menjadi urin
Ø Tempat : badan malpighi
Ø Hasil : filtrat glomerulus (urin
primer)
Ø Komposisi : air, glukosa,
protein, asam urat, kretinin, NH4 , urea, kalium, NaCl, fosfat dan
sulfat
2. Reabsorbsi : proses penyerapan kembali
zat-zat yang masih berguna
Obligat
(pasti/secara umum)
Ø Tempat : tubulus kontortus
proksimal
Ø Reabsorsi terhadap asam amino,
protein, glukosa vitamin, air, natrium, kalium, klorida dan zat yang masih
diperlukan tubuh
Fakultatif
(kondisional)
Ø Tempat : tubulus kontortus distal
Ø Dilakukan tergantung kebutuhan
tubuh
Ø Reabsorbi yang dipengaruhi oleh
hormon. Contoh : reabsorbsi Ca2+ dibantu oleh PTH (parathyroid
hormon), reabsorbsi air dibantu oleh ADH (anti diuretic hormone), reabsorbsi Na
oleh aldosteron
3. Augmentasi : pengeluaran zat-zat yang
tidak berguna dan tidak dapar disimpan oleh tubuh
Ø Tempat : tubulus kontortus distal
dan tubulus kolektivus
Ø Penambahan zat yang tidak
berguna, misalnya : H+ dan K+
Hasil
proses filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi berupa urin sekunder yang akan
ditampung di pelvis renalis sebelum dibawa ke kandung kemih (vesika urinaria).
|
Gambar Ginjal
|
Gambar Proses Pembentukan Urin
|
EVALUASI :
1. Sistem
ekskresi adalah ....
2. Paru-paru
mengeluarkan ....
3. Empedu
berwarna kehijauan disebabkan oleh zat ....
4.
Zat yang menyebabkan urin dan tinja berwarna kuning kecoklatan adalah ....
5. Tuliskan
2 fungsi organ hati !
6. Lapisan
kulit yang menghasilkan pigmen adalah stratum.... dan lapisan zat tanduk pada
....
7. Lapisan
kulit yang banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung syaraf adalah ....
8. Tuliskan
2 fungsi kulit !
9. Fungsi
hormon ADH adalah ....
10. Pada
proses pembentukan urin primer dihasilkan pada tahap.... dan urin sekunder
dihasilkan pada tahap ...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar