MAKALAH
SENAM LANTAI
Oleh
: Kelompok 3
1.
Ahmad Ramadan
2. Cristin
Cahaya
3. Egie Saputrie
4. M.
Ibnu Namifa
XII. MIPA 4
SMAN
2 TUALANG
Jl. Waja Wangsa Desa Tualang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Letar
Belakang
Masyarakat maju yang kaya dan makmur dengan
kenyamanan yang di dukung dengan mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami
derita yang diakibatkan dengan kemajuan tersabut. Banyak
ancaman yang di hadapi mereka seperti penyakit yang di akibatkan kurang bergerak,
sebagai sebagian penyakitnya, timbul penyakit egeneratif, seperti penyakit
jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan lainnya. Dengan demikian masyarakat Indonesia sangat
kagum dengan menyaksikan penampilan seorang penari yang badannya lemah gemulai.
Mungkin kita juga kagum menyaksikan seorang pesenam yang dapat menekukkan
tubuhnya, seperti ular, lentur sekali gerakannya. Apa kesan kita ? Orang itu
memiliki fleksibilitas yang
sangat bagus. Fleksibilitas dapat di definisikan sebagai kemampuan
dari sebuah sendi dan otot, serta tali sendi disekitarnya untuk bergerak dengan leluasa
dan nyaman dengan ruang gerak maksimal yang di harapkan. Fleksibilitas
optimal memungkinkan sekelompok atau satu sendi untuk bergerak elegan efisien. Senam
mempunyai begitu banyak pengaruh bagi individu bila datang berolahraga dengan sikap dan
respek yang baik. Senam dapat menyenangkan, menggairahkan dan memberi banyak
pesona. Banyak keuntungan yang diperoleh dalam senam. Konsentrasi,
keteguhan hati, dan keyakinan akan menjadi modal besar yang dapat membantu dalam
bersenam. Mempelajari keterampilan dalam senam akan meningkatkan kekuatan,
kelentukan, koordinasi, sikap dan kesadaran kinestetik.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian senam dan senam lantai ?
2. Apa
saja sarana dan prasarana senam lantai ?
3. Bagaimana
gerakan dasar senam lantai ?
C. Tujuan
1. Mengetahui
pengertian senam dan senam lantai
2. Mengetahui
apa saja sarana dan prasarana senam lantai
3. Mengetahui
gerakan dasar senam lantai
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Senam Lantai Di Dunia
Tidak pernah
diketahui secara pasti kapan manusia mulai mengenal latihan tubuh yang berupa
senam dalam sejarah kemanusiaan. Tetapi setiap negara memiliki keterangan dan
tanda-tanda adanya aktivitas senam. Misalnya pada zaman kuno (2000-1000 SM) di negara Cina terdapat kegiatan yang bertujuan
sebagai sarana penyembuhan dan pengobatan, di India dikenal latihan yoga
sebagai senam estetis, di Mesir ada latihan senam yang menyerupai gymnastic
Jerman Kuno, dan di Jerman Kuno sendiri dapat dilihat lukisan-lukisan di kota
Kreta sekitar tahun 2000 SM. Dari abad ke-19
menuju abad ke-20 terjadi peralihan pada semua bidang lapangan hidup. Penemuan
mesin uap dan tenaga listrik membawa perubahan dalam cara kerja. Kerja manusia
harus menyusaikan diri dari alat kerja tangan menjadi kerja mesin uap. Bersama
dengan penemuan dalam bidan teknik dan IPA terjadi perubahan pula dalam
pandangan ilmu pengetahuan jiwa, olah karena itu terjadi perubahan besar dalam
senam. Pada tahun 1908, senam untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam
Olimpiade IV di London, Inggris. sekaligus dalam event tersebut dibentuklah
sebuah organisasi senam dunia yang dinamakan FIG (Federation International
Gymnastic).
B. Sejarah
Senam Lantai di Indonesia
Olahraga senam masuk ke
Indonesia bersamaan dengan masuknya tentara Jepang, dibuktikan dengan
dikenalkannya senam Talso di kalangan tentara PETA. Pada tahun 1963, senam
mulai dipertandingkan di pesta olahraga GANEFO (Games of The New Amarging
Force) dan induk organisasi senam
di Indonesia adalah Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia.
C. Pengertian
Senam Lantai
Senam adalah istilah atau nama salah satu
cabang olahraga. Sebagai cabang olahraga, senam mempunyai dominan atau daerah
batas-batasan sendiri, mempunyai ruang lingkup yang
tertentu. Senam terjemahan dari kata ”gymnastiek” (bahasa
Belanda), ”gymnastics” (bahasa Inggris), ”thymnastiek” asal kata dari ”gymnos”
(bahasa Greka). Gymnos berarti telanjang, gymnastiek pada
zaman kuno me,amg dilakukan dengan badan telanjang atau setengah telanjang.
Maksudnya agar gerakan dapat
dilakukan tanpa gangguan sehingga menjadi sempurna.
Tempat berlatih senam di zaman yunani Kuno disebut gymnasium. Untuk
mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui
ciri-ciri dan kaidah kaidahnya antara lain:
1. Gerakan-gerakannya
selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja.
2. Gerakan-geerakannya
harus selalu berguna untuk menyampai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan,
memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah keterampilan, menambah
keindahan gerak, meningkatkan keindahan tubuh).
3. Gerakan harus selalu
tersusun dan sistematis
Berdasarkan pengertian di atas, batasan senam adalah
latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan sengaja, disusun
dengan sistimatis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis. Pengertian
Senam Latai Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga
yang menamakan tumbling. Senam
lantai merupakan salah satu rumpun dari senam. Senam
lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya
terdiri dari berguling, melompat, meloncat, berputar
di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk
mempertahankan sikap seimbang atau pada saat meloncat
kedepan atau ke belakang. Bentuk latihannya merupakan gerakan dasar dari senam
perkakas (alat). Pada dasarnya, bentuk-bentuk latihan
bagi putra dan putri adalah sama, hanya untuk putri banyak
unsur gerak balet. Jenis senam juga di sebut latihan bebas karena pada waktu
melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.
D. Sarana
dan Prasarana Senam Lantai
1. Sarana
dan prasarana
olahraga merupakan modal utama dalam
penyelenggaraan kegiatan olahraga, melalui peningkatan ketersediaan fasilitas
olahraga yang berkualitas baik dan memadai dalam artian harus di sesuaikan
dengan standar keutuhan ruang perorangan. Sarana dan prasarana olahraga adalah
daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis peralatan
dan tempat berbentuk bangunan yang di gunakan dalam memenuhi prasyaratan
yang di tetapkan untuk pelaksanaan program olahraga. Fungsi
sarana dan prasarana olahraga adalah sebagai pendukung pelaksanan suatu
kegiatan terutama dalam pengajaran olahraga. Manfaat sarana dan prasarana
olahraga adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan pemakaian alat dan
tempat olahraga dengan benar. Dalam membuat perencanan penyediaan sarana
dan prasarana harus memperhatikan 3 faktor penting di antaranya :
a) Kuantitas
prasarana olahraga
Untuk menampung kegiatan perlu dibutuhkan
prasarana olahraga yang jumlahnya mencukupi sesuai kebutuhan. Di dalam kegiatan
senam lantai di perlukan gedung atau gor olahraga yang luas.
b) Kualitas
sarana olahraga
Guna menampung kegiatan olahraga berprestasi
maka di perlukan kualitas yang sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing
cabang olahraga. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang
luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
c) Memenuhi
standar internasional
Kualitas bahan dan
material harus memenuhi syarat internasional
E. Jenis
dan Macam senam Lantai
1. GERAKAN GULING DEPAN
(FORWARD ROLL)
Roll depan merupakan gerakan berguling ke depan
yang dapat dilakukan dengan dua sikap awal yaitu roll depan yang diawali dengan
jongkok dan roll dan roll depan yang diawali dengan berdiri. Guling depan
(forward roll) adalah gerakan badan mengguling ke arah depan mulai dari
tengkuk, punggung, pinggang, dan panggung bagian belakang. Roll depan dengan posisi awal berdiri ini
harus dilakukan dengan hati hati kerena sangat berbahaya, untuk pemula sebaik
nya jangan dulu melakukan rol dengan posisi berdiri karena apabila salah dalam
melakukan gerakan maka akan mengakibatkan cedera, cara melakukan roll depan
dengan seikap awal berdiri ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap awal berdiri dengan kedua kaki dirapatkan
2. Letakan kedua tangan pada matras kira-kira 50 Cm
dan tangan di buka selebar bahu.
3. Bengkokan tangan kemudian di lanjutkan dengan
meletakan bagian pundak pada matras, dan bagian kepala di tekuk hingga dagu
menyentuh bagian dada.
4. Selanjutnya mulai berguling kedepan.
5. pada saat panggul menyentuh matras lipat kedua
kaki dan kemudian dilanjutkan dengan tangan memegang bagian tulang kering kaki
menuju posisi jongkok.
2. Gerakan
guling belakang (BACK ROLL)
Rangkaian
gerak guling belakang:
- Tubuh
dalam posisi jongkok, kedua kaki rapat dengan tumit agak sedikit diangkat.
- Kepala
menunduk dan posisi dagu menyentuh dada. Kaki ditolakkan pada lantai ke
arah belakang, dijadikan pendorong untuk menggulingkan badan.
- Saat
posisi punggung di matras, letakkan tangan yang sudah ditekuk di samping
telinga.
- Kaki
diangkat dan diayunkan melewati kepala. Pada saat yang bersamaan tangan
digunakan sebagai tumpuan dan tolakan.
- Sesudah
berguling posisikan tubuh kembali jongkok.
3. Kayang
Kayang adalah sikap membusur dengan posisi kaki dan tangan bertumpu pada
matras dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul.
Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi
memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang. Manfaat
dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan
pinggang. Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut.
1. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
2. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke
belakang.
3. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai
tumpuan.
4. Posisi badan melengkung bagai busur.
4. GULING LENTING.
Cara melakukan guling lenting adalah sebagai berikut:
1. Sikap permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
2.
Mengguling ke
belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan menumpu di
samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
3. Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan,
tangan menolak badan melayang dan membusur, kepala rapat.
4. Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur
dengan keras keatas.
5. BERDIRI
TANGAN (HANDSTAND).
Cara
melakukannya adalah sebagai berikut :
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras,
pandangan sedikit ke
depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai
belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4. Kedua
tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan
diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
5. Perhatikan
keseimbangan.
6. Headstand
merupakan pose di mana Anda berada dalam posisi
terbalik, berdiri dengan ubun-ubun kepala, dan kaki lurus ke atas. Berikut
adalah langkah-langkah melakukan headstand:
1. Tubuh dibungkukkan ke depan. Posisi
kepala menyentuh lantai dan posisi tangan berada di depan wajah.
2. Kedua tungkai kaki diangkat perlahan ke
atas. Agar keseimbangan terjaga, panggul diarahkan ke depan dengan posisi
punggung membusur.
3. Posisi kedua kaki lurus ke atas sejajar
dengan badan. Posisi kepala menyentuh lantai dan posisi tangan berada di depan
wajah.
7. Sikap Lilin
sikap lilin tergolong gerakan senam
lantai yang bertujuan untuk melatih kelincahan tubuh, memperkuat otot
lengan dan kaki, serta meningkatkan kekuatan jantung dan melancarkan sirkulasi
aliran darah. Berikut langkah-langkah melakukan sikap lilin:
1. Posisi tubuh tidur telentang dengan
kaki lurus dan tangan di samping badan.
2. Posisi kaki harus lurus dan rapat agar
bisa melakukan sikap lilin.
3. Kaki dalam posisi lurus dan rapat
diangkat ke atas.
4. Gunakan tangan sebagai penopang
pinggang dan kaki.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari
pemaparan makalah teori diatas, dapat disimpulkan bahwa:
Belum bisa diketahui dengan pasti, pada tahun beberapa Jenis cabang
olahraga senam ini dtemukan, tetapi setiap negara memiliki keterangan dan
tanda-tanda adanya aktivitas senam. Misalnya pada jaman kuno (2000-1000 SM) di
negara Cina terdapat kegiatan yang bertujuan sebagai sarana penyembuhan dan
pengobatan, di India dikenal latihan yoga sebagai senam estetis, di Mesir ada
latihan senam yang menyerupai gymnastic Jerman Kuno, dan di Jerman Kuno sendiri
dapat dilihat lukisan-lukisan mirip gerakan senam di
kota Kreta sekitar tahun 2000 SM. Dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis senam lantai, antara lain:
1. Guling Depan
2. Guling Belakang
3. Kayang
4. Guling
Lenting
5. Handstand
6. Headstand
7. Sikap Lilin
B. Saran
Sebelum melakukan senam lantai, usahakan melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari cedera. Dan jangan lupa lakukan senam lantai diatas matras yang memenuhi standar olahraga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar