RENANG
DISUSUN OLEH :
NAMA KELOMPOK :
1. HAYATUR RAHMI
2. ANDRE MAULANA
3. JOGI BENHARD
KELAS : XII. IPS 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia mengenai berenang baru mulai terkenal
setelah kemerdekaan, sedangkan sebelumnya hanya dikenal oleh bangsa kulit putih
saja. Berenang merupakan cabang olahraga yang penting untuk dipelajari dan
dikuasai, sebab manusia hidup didunia ini, sehari-harinya tidak lepas dari pada
air. Air adalah salah satu unsur yang penting didalam kehidupan kita, sebab
bila tidak ada air tentu semua mahluk tidak dapat hidup. Selain itu berenang
merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat
badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau
arthritis. Berenang dapat memberikan
banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan
rutin.
Namun kenyataannya, banyak yang enggan mempelajari
cabang olahraga tersebut, karna di anggap berbahaya. Padahal berenang terbilang
minim resiko, olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot
tubuh dipakai sewaktu berenang.
Untuk menghindari terjadinya bahaya yang di
khawatirkan, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan sebelum memulai olahraga
ini, agar tidak kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu
tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah
selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis
dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Bagaimanakah sejarah dari cabang olahraga renang?
1.2.2 Apa
pengertian Renang itu sendiri?
1.2.3 Saran
dan Prasarana apa saja yang ada dalam Cabang Olahraga Renang?
1.2.4
Bagaimana gaya-gaya dalam Renang?
1.2.5 Bagaimana
peraturan dan nomor perlombaan dalam cabang Olahraga Renang?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk
mengetahui sejarah dan pengertian dari cabang olahraga renang.
1.3.2 Untuk
mengetahui macam-macam gaya dalam renang.
1.3.3 Untuk
mengetahui sarana dan prasarana yang ada dalam cabang olahraga renang.
1.3.4 Untuk
mengetahui proses latihan dari cabang olahraga renang.
1.3.5 Untuk
mengetahui tentang peraturan dan nomor perlombaan yang ada dalam Cabang
Olahraga Renang.
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1
Pembaca dapat mengetahui sejarah dan pengertian dari cabang olahraga
renang.
1.4.2
Pembaca dapat mengetahui gaya-gaya yang ada dalam Cabang olahraga
renang.
1.4.3
Pembaca dapat mengetahui sarana dan prasarana cabang olahraga renang.
1.4.4
Pembaca dapat mengetahui proses latihan dari cabang olahraga renang.
1.4.5 Pembaca
dapat mengetahui tentang peraturan dan nomor perlombaan yang ada dalam Cabang
Olahraga Renang.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Dan Sejarah Renang
Renang adalah olahraga
yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang
diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada.
Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak
lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang
semifinal maju ke babak final.
Renang telah dikenal
sejak masa prasejarah, dengan ditemukannya Lukisan dari Zaman Batu didalam “gua
perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya.
Gambar-gambar ini nampak menunjukkan gaya dada atau gaya anjing mengayuh,
meskipun bisa jadi ini mungkin menunjukkan gerakan yang berkaitan dengan
prosesi ritual yang artinya tidak ada kaitannya dengan renang. Gua ini juga
digambarkan pada film English Patient.
Stempel lilin Mesir
yang bertanggal antara 4000 dan 9000 tahun sebelum masehi menunjukkan empat
perenang yang diyakini berenang dengan variasi dari gaya bebas. Referensi lain
mengenai renang juga ditemukan pada gambar timbul Babylonia dalam lukisan
dinding Assyria yang menunjukkan variasi dari gaya dada. Lukisan yang paling
terkenal telah ditemukan di padang pasir Kebir dan diperkirakan berasal dari
sekitar 4000 tahun sebelum masehi.
2.2 Macam-Macam Gaya Renang
A. Renang Gaya
Bebas
1.
Teknik Dasar Berenang Gaya Bebas
Pada bagian ini akan dibahas mengenai
latihan gerak kaki, gerakan tangan, dan gerakan pernapasan pada renang gaya
bebas. Beberapa gerak latihan tersebut adalah sebagai berikut.
a.
Gerakan Kaki
-
Gerakan kaki di tempat
Kedua tangan memegang ril di sisi kolam.
Angkat kedua kaki ke atas permukaan air, pandangan ke depan. Gerakan kaki ke
atas dank e bawah mulai dari pangkal paha. Bantu dengan lecutan dari
pergelangan kaki saat kaki digerakkan ke bawah.
-
Gerakan kaki sambil bergerak maju
Kedua tangan memegangkal papan luncur. Meluncurlah terlebih dahulu
dari sisi kolam, pandangan ke depan. Saat tubuh sudah berada jauh dari sisi
kolam, mulailah menggerakkan kaki ke atas dank e bawah mulai dari pangkal paha.
Bantu dengan lecutan dari pergelangan kaki saat kaki digerakkan ke bawah.
b.
Gerakan Lengan
Setelah melakukan gerakan kaki sambil
bergerak maju, lakukanlah latihan gerakan lengan di dalam dan di atas permukaan
air berikut ini.
-
Gerakan lengan di dalam air
Seluruh bagian lengan berada di dalam air.
Lakukan gerakan menarik dan mendorong air ke depan dan ke belakang menggunakan
kedua telapak tangan dengan kedua jari tangan di rapatkan. Akhiri gerakan
dengan lecutan lecutan dari pergelangan tangan.
-
Gerakan lengan di atas permukaan air
Seluruh bagian lengan di atas permukaan
air. Lakukan gerakan mendorong air dengan salah satu tangan berada di dalam
air, kedua jari-jari tangan dirapatkan. Ingatlah bahwa posisi ibu jari tangan
saat masuk ke dalam air harus agak menghadap ke bawah. Doronglah air ke bawah
dan belakang melewati bahu dan panggul. Saat menarik napas (recovery), sikut
diangkat hingga berada di atas permukaan air. Bawa tangan ke depan di atas
bahu, kemudian mulailah kembali dengan gerakan (stroke) berikutnya.
c.
Gerakan Pernapasan
Teknik dasar lainnya adalah gerakan
pernapasan. Berikut ini adalah uaraian gerakan pernapasan di tempat dan gerakan
pernapasan sambil bergerak maju pada renang gaya bebas.
- Gerakan pernapasan di tempat.
Kedua kaki di kaitkan pada ril di sisi
kolam. Lakukan pernapasan dengan mengikuti gerakan lengan. Saat lengan bergerak
keluar dari air, tubuh akan miring dan kepala akan berpaling ke salah satu
sisi. Saat itulah yang paling tepat melakukan pernapasan. Usahakan pernapasan
dilakukan saat kepala masih rendah di dalam air di ikuti dengan membuka mulut.
- Gerakan pernapasan sambil bergerak
maju
Gunakan papan pelampung dijepit dengan
kedua paha. Mulailah latihan dengan gerakan meluncur terlebih dahulu. Pada saat
tubuh berada jauh dari sisi kolam, mulailah berenang tanpa di ikuti dengan
gerakan kaki. Lakukan pernapasan mengikuti gerakan lengan sebagaimana telah di
pelajari sebelumnya
1.
Koordinasi Gerak Kaki
Gerakan kaki dalam gaya dada adalah
sebagai berikut.
a.
Saat tubuh hampir sejajar dengan
permukan air, kadua tungkai di buka cukup lebar
b.
Tariklah kedua tungkai kaki bagian bawah ke atas secara maksimal
c.
Akhir dari tarikan itu, arahkan telapak kaki dengan memutar pergelangan
mata kaki sehingga telapak kaki mengarah pada sikap untuk mendorong
d.
Doronglah air dengan kedua kaki secara serentak sehingga kaki tersebut
membentuk setengah lingkaran dengan di akhiri oleh suatu lecutan tungkai kaki
bagian bawah . kedua kaki berada dalam satu garis yang lurus di belakang tubuh
e.
Gerakan kaki yang baik merupakan usaha mendorong bagian tubuh untuk maju
2.
Koordinasi Gerakan ke Lengan
Ada dua tahap gerakan lengan pada renang
gaya dada. Kedua tahap tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Tahap Pertama
a.
Kedua lengan lurus ke depan, kemudian membuka ke samping, dengn kedua
lengan lebih lebar dari bahu.
b.
Akhir dari sikap membuka, mengambil sikap untuk melakukan tarikan (Pull)
dengan siku tinggi dan tetap di bawah permukaan air.
2.
Tahap Kedua
Saat kedua lengan saling bertemu,
lanjutkan dengan mengapit kedua siku pada satu bidang datar.
3.
Urutan gerakan lengan dan kaki
a.
Posisi badan dengan sikap meluncur di mana lengan kaki dalam permukaan
air
b.
Lengan mulai melakukan ayunan dengan telapak tangan menghadap ke samping
belakang, kaki masih dalam keadaan lurus.
c.
Ayunan dilakukan dengan kedua lengan kea rah samping, telapak tangan
menghadap samping belakang, kaki masih belum mengadakan recovery
d.
Ayunan lengan mendekati kecepatan maksimal, kaki dalam keadaan lurus
e.
Ayunan lengan dilakukan dari arah samping belakang, kecepatan ayunan
pada tahap maksimal, dan kepala mulai keluar dari permukaan air, pengeluaran
napas mulai dikeluarkan.
f.
Ayunan lengan pada tahap akhir,
kedua tangan mulai mendekati tubuh, telapak tangan mengarah ke dalam dan kaki
masih dalam keadaan lurus, kepala hampir keluar dari permukaan air sehingga
pengeluaran napas menjadi maksimal
g.
Ayunan lengan hampir selesai, tapi mulai mengadakan recovery dan mulut
telah keluar dari permukaan air untuk mengambil napas.
h.
Ayunan lengan telah selesai dengan merapatkan lengan atas pada tubuh dan
lengan bawah di bawah dagu. Kaki dalam pertengahan recovery
i.
Lengan mulai mengadakan recovery dengan meluruskan kedua tangan ke depan
kaki mencapai saat akhir pada waktu recovery, dimana lutut berada di
tengah-tenga antara tumit dan pantat, kepala mulai turun dengan pandangan mata
kea rah bawah
j.
Recovery lengan secara perlahan telah mencapai setengah kaki akhir
recovery dimana telapak kaki dari keadaan lurus berubah enjadi tertekuk guna
mempersiapkan untuk tendangan kaki
k.
Lengan hampir selesai melakukan recovery, kaki telah mulai melakukan
pukulan melecut kea rah samping, kepala, menghadap ke bawah.
l.
Recovery lengan telah selesai, dengan telapak tangan menghadap keluar
dan ibu jari terletak ke bawah, kaki dalam tendangan melecut, dimana kecepatan
gerakan mulai maksimal telapak kaki dari tertekuk menjadi lurus, dan ini
merupakan pendorong kaki yang utama.
C. Renang
Gaya Katak
Gaya katak adalah gaya renang yang
menggunakan mekanisme katak sebagai acuan atau contohnya, artinya gaya katak
meniru gerakan katak yang berenang.
1.
Teknik posisi badan
a.
Posisi badan dalam renang gaya katak harus sejajar dan sedater mungkin.
b.
Sikap kepala normal dan pandangan agak lurus ke depan.
2.
Bentuk-bentuk latihan posisi badan
a.
Latihan terapung telungkup
b.
Latihan meluncur dengan/tanpa pelampung
3.
Latihan gerakan kaki
a.
Kedua lantai bertumpu pada lantai kolam tegak lurus dengan tubuh dan
jari-jari tangan menunjuk ke depan. Kedua tangan berpegangan pada tepi kolam.
b.
Tubuh dan kedua kaki lurus ke belakang rata dengan permukaan air
(rata-rata air).
c.
Kepala atau muka menghadap ke depan.
Gerakannya :
Gerakan kaki digerakkan ke samping
secara bersamaan serta teru menerus, sehingga air terdorong ke belakang.
4.
Latihan gerakan lengan
a.
Berdiri kangkang, badan dibungkukkan ke depan hingga rata dengan
permukaan air, kedua lengan menjulur ke depan.
b.
Kepala atau muka menghadap ke depan di atas permukaan air.
Gerakannya :
Kedua lengan dengan jari-jari rapat
digerakkan ke samping secara bersamaan dan secara terus-menerus, sehingga air
terdorong ke belakang.
5.
Latihan pernafasan
a.
Berdiri kangkang di kolam dangkal dengan membungkuk tubuh dengan rata
air.
b.
Muka menghadap ke arah depan diantara kedua lengan yang diluruskan ke
depan.
Gerakannya :
Pernafasan dilakukan dengan menghadapkan muka kea
rah depan, sehingga mulut berada di atas permukaan air untuk mengambil udara.
Latihan pernafasan dilakukan dengan gerakan lengan. Pengambilan udara dilakukan
dengan mulut untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat
waktu pengambilan udara.
D. Renang Gaya Punggung
Ketika belajar renang gaya punggung, kekuatan waktu
terlentang di atas air lebih besar dibandingkan dengan ketika sedang telungkup.
Hal ini bias terjadi karena lebar dan luas punggung lebih besar daripada dada.
Karena itu bias dikatakan, sebenarnya teknik renang gaya punggung lebih mudah
dipraktekkan daripada gaya yang lain. Namun entah kenapa, banyak orang, bahkan
atlet renang sekalipun, yang mengatakan bila renang gaya punggung lebih sulit
dilakukan. Mungkin hal ini disebabkan karena kebanyakan orang menggunakan gaya
bebas atau kupu-kupu maupun gaya katak ketika pertama kali berlatih renang.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik renang gaya punggung
urutannya adalah sebagai berikut :
1.
Gerakan Kaki
Pertama kali yang harus dilakukan adalah
menggerakkan kaki kanan dan kaki kiri dengan bergantian, yang caranya sama
persisi dengan jalan kaki orang di darat. Jadi seperti renang gaya bebas, namun
posisinya terbalik. Usahakan ketika melakukan gerakan ini bias lebih cepat agar
arah yang kita tuju tidak bias melenceng atau berbelok.
2.
Gerakan Tangan
Teknik renang gaya punggung yang harus diperhatikan
selanjutnya adalah tangan. Ketika
pertama kali melakukan, luruskan salah satu tangan kearah atas sejajar dengan
kepala. Kemudian kayuh ke arah belakang sampai ke pinggang. Setelah itu
diangkat dari dalam air dan balik ke posisi semula. Lakukan hal tersebut pada
tangan lainnya terus menerus dan bergantian.
3.
Gerakan bersama antara kaki, tangan dan system pernafasan
Bila kita sudah bias melakukan gerakan secara
kontinyu dan konsisten, maka kita tidak mungkin akan mendapat kesulitan dengan
system pernafasan kita. Apalagi posisi wajah sekaligus hidung terletak di
bagian atas permukaan air. Hanya yang perlu di waspadai adalah, kita harus
mampu mengira-ngira jarak ujung kolam renang yang satu dengan ujung yang lain.
Karena mata kita tidak mampu memandang (gaya punggung membuat mata harus
menatap ke atas atau langit). Cara ini bias diakali dengan menghapalkan
hitungan gerakan tangan. Tujuannya agar nanti kepala kita tidak membentur
dinding kolam renang.
Hal lain yang perlu diperhatikan :
Selain tiga teknik renang gaya punggung di atas,
masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu usahakan kaki selalu
masuk agak ke dalam air, jadi tidak di atas air. Ini akan membuat gerakan
renang kita menjadi lebih cepat. Selain itu kepala juga mampu tetap di atas.
Telapak pada kaki juga harus selalu lurus dan sebaris dengan tulang pada kaki.
Dan juga harus selalu dekat dengan dada karena hal ini juga merupakan factor
pemicu terhadap kecepatan dalam berenang. Dan yang terakhir adalah, bila tangan
akan masuk, maka bagian pertama yang masuk adalah telapaknya dulu. Tujuannya
adalah agar tahanan air jadi lebih kecil.
E. Renang Gaya Kupu-kupu
Renang gaya kupu-kupu merupakan gaya renang yang paling sukar dan membutuhkan
waktu untuk dipelajari.
1.
Gerakan Kaki
a. Posisi
awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Dan juga
kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
b. Kemudian
gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air.
c. Kemudian
jatuhkan kedua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke
depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan. Ulangi langkah b-c di
atas. Perhatikan : Selama melakukan
gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak
boleh ditekuk. Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat)
satu sama lainnya. Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan
memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah
di gerakan pinggul, bukan di kaki.
2.
Gerakan Tangan
a. Posisi
awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi
tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya).
b. Kemudian
tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
c. Kemudian
angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan
kembali ke depan. Ulangi langkah a-c di atas. Perhatikan : Ketika menjatuhkan
tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu
(telapak tangan agak menghadap keluar.
3.
Gerakan kombinasi tangan, kaki, dan mengambil nafas. Gerakkan kaki
seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara
bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit
menaikkan kepala ke atas untuk mengambil napas. Gerakan kaki dan tangan
dilakukan bergantian.
2.3
Sarana Dan Prasarana Cabang Olahraga Renang
A. Kolam Renang
Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m
sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasiFederasi Renang
Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan
lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m
pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang
dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.
B. Lintasan
Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak
paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.
Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan
panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung
berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan.
Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air.
Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk
lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan
waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang
tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang
tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6
lintasan).Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan
menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.
C. Pengukur waktu
Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang
penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding
kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh
sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai
dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.
D. Balok start
Di setiap balok start
terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor
pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok
start.
Tinggi balok start
antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x
0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak
melebihi 10°.
BAB III
PENUTUP
Sekian makalah dari saya, semoga dengan makalah ini
pembaca dapat terbantu. Dan semoga nilai saya bagus juga. Walaupun masih banyak
kekurangannya, saya harap bisa membantu.
Demikian penutup dari saya, atas waktunya saya
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Assalammualaikum Wr. Wb
*DAFTAR PUSTAKA
http://ws-or.blogspot.com/2012/03/sarana-dan-prasarana-renang.htm
http://dilihatya.com/444/ini-dia-contoh-makalah-olah-raga-renang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar