Jumat, 05 November 2021

TUGAS SUMPAH PEMUDA KONGRES PEMUDA I DAN II

 DOWNLOAD DOKUMEN


SUMPAH PEMUDA

KONGRES PEMUDA I DAN II

Kongres Pemuda I

Salah satu gerakan pemuda yang terkenal adalah Kongres Pemuda. Kongres ini diadakan dua kali di tempat yang sama, yaitu Jakarta. Tujuan Kongres Pemuda I ini adalah sebagai upaya para pemuda untuk bersatu. Selain itu tujuan Kongres Pemuda I ini juga sebagai keterlibatan pemuda dalam memajukan bangsa.

Pelaksanaan kongres ini sendiri butuh perjuangan. Karena dalam kongres ini, berbagai organisasi pemuda dengan latar belakang yang berbeda-beda berusaha disatukan di tempat yang sama.

Kemudian pada 15 November 1925, organisasi-organisasi pemuda akhirnya bisa berkumpul dan menyepakati dibentuknya panitia untuk mempersiapkan kesepakatan besar pemuda dan untuk mencapai tujuan Kongres Pemuda I. Kesepakatan besar bersama dari para pemuda ini memunculkan paham persatuan kebangsaan dan berusaha merekatkan tali persatuan di antara organisasi pemuda.

Pada 30 April 1926, diselenggarakan Kerapatan Besar Pemuda, yang nantinya akan dikenal dengan nama Kongres Pemuda I. Kongres Pemuda I ini diselenggarakan di Kota Jakarta.

Kongres Pemuda I ini dihadiri oleh wakil dari berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Theosofi.

Kongres ini dipimpin oleh Mohammad Tabrani. Tujuan Kongres Pemuda I ini adalah mencari jalan untuk membina perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu membentuk sebuah badan sentral dengan maksud memajukan persatuan dan kebangsaan serta menguatkan hubungan antara sesama perkumpulan-perkumpulan pemuda kebangsaan.

Hasil Kongres Pemuda I

Kongres Pemuda I memunculkan hasil utama yang ingin dicapai, yaitu mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia, meskipun masih samar-samar dan belum jelas.

Para pemuda mengakui meskipun terdapat perbedaan sosial dan kesukuan, tetapi terdapat pula rasa persatuan nasional. On-danks squciale en etnologische tegenstellingen, ont sond een gevoel van nationale saamhorigheid, yang terjemahannya kira–kira berarti bola-bola etnologi sosial tentang perasaan nasional yang kompak.

Dalam pelaksanaan Kongres Pemuda I ini, terdapat sejumlah rumusan yang dihasilkan. Rumusan tersebut seperti berikut:

·         Mengusulkan agar semua perkumpulan pemuda bersatu dalam organisasi pemuda Indonesia

·         Mengakui dan menerima cita-cita untuk mewujudkan persatuan Indonesia (meskipun dalam hal ini masih belum jelas).

·         Adanya upaya untuk menghilangkan pandangan adat, sifat kedaerahan yang kolot, dan sebagainya.

·         Mempersiapkan penyelenggaraan Kongres Pemuda II

Alasan Kongres Pemuda I Belum Berhasil

Kongres Pemuda I ini dinilai masih belum bisa memberikan hasil yang optimal. Kongres Pemuda I ini belum berhasil bisa jadi karena beberapa penyebab yang terletak pada hal-hal sebagai berikut ini :

1.    Belum tiba waktunya organisasi daerah berpadu menjadi suatu organisasi yang tunggal, dan masih terdapat keraguan pada sebagian organisasi pemuda akan kegunaan persatuan.

2.    Masih terdapat kesalahpahaman dan kurang pengertian tentang perlunya fusi di antara organisasi pemuda itu.

3.    Adanya pandangan yang berbeda mengenai persatuan nasional dari kaum theosofi (Dienaren Van Indie) yang terasa menjalankan peranannya waktu itu.

Keraguan, kesalahpahaman, dan kurangnya pengertian di antara organisasi pemuda ini juga merupakan akibat dari politik pemerintah Hindia Belanda yang selama ratusan tahun menjalankan politik pecah belah (Devide et impera).

Bagi Belanda waktu itu tentu lebih mudah menghadapi gerakan nasionalisme lokal dari pada menghadapi gerakan kebangsaan Indonesia yang bulat. Cara yang dipakai oleh pemerintah Hindia Belanda, misalnya dengan meniupkan adanya bahaya “penjajahan” dari suatu suku atas suku yang lain.

Tokoh Kongres Pemuda I

Adanya kongres pemuda ini mengawali banyaknya hal baik di dalam sejarah Indonesia.  PPKI Dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda 1 ini antara lain:

1.    M. Tabrani

2.    Moh hatta

3.    Sugiono

4.    Sunardi

5.    Moeljadi

6.    Soepangkat

7.    Agus Prawiranata

8.    Soekamso

9.    Soelasmi

10. Kotjo Sungkono

11. Abdul Gani

 

 

Kongres Pemuda II

Tepat hari ini, 27 Oktober pada 1928 silam, terjadi peristiwa penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di mana para pemuda di berbagai daerah Indonesia melakukan Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 tersebut, berhasil menyatukan keyakinan para pemuda dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama. Dengan rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi, para pemuda Indonesia mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kebangsaan.

Untuk memperingati ikrar tersebut, Presiden Soekarno pada 28 Oktober menetapkan Hari Sumpah Pemuda. Tentu saja peringatan ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk terus memupuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Di Kongres Pemuda II, peserta yang hadir bukan hanya dari PPPI dan peserta dari Kongres Pemuda I, tapi juga ada dari organisasi kepemudaan lainnya seperti Jong Java, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun, dan organisasi lainnya. Bahkan, di Kongres Pemuda II ini juga dihadiri oleh perwakilan pemuda peranakan Tionghoa di Indonesia loh. Misalnya seperti Kwee Thiam Hiong yang merupakan anggota Jong Sumatranen Bond, serta pemuda lainnya seperti Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie. Ada juga Sie Kok Liong, yakni pemilik gedung asrama pelajar yang menjadi saksi bersejarah dalam perumusan Sumpah Pemuda. Gedung tersebut terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat, dan kini sudah diabadikan menjadi Museum Sumpah Pemuda .

Kongres Pemuda II digelar di gedung Katholikke Jongelingen Bond, Waterloopein (Lapangan Banteng) pada Sabtu, 27 Oktober 1928. Rapat yang diketuai oleh Sugondo Joyopuspito ini berguna untuk memperkuat semangat persatuan dalam diri pemuda Indonesia. Kongres Pemuda II yang digelar pada 27 hingga 28 Oktober 1928 ini untuk menyatukan pemikiran para pemuda dari berbagai daerah. Melalui kongres inilah, akhirnya para pemuda melahirkan sebuah deklarasi yang dikenang hingga saat ini. Adapun tokoh yang sangat berjasa dalam merumuskan deklarasi tersebut adalah Muhammad Yamin.

Saat kongres berlangsung, Yamin mulai menuliskan gagasan mengenai “Sumpah Pemuda” dalam sebuah kertas. Setelah selesai menulis, dia menyodorkannya kepada Soegondo Djopoespito, yang saat itu menjabat Ketua Kongres.

Kemudian para peserta berespakat untuk mempererat persatuan pemuda di berbagai daerah. Istilah Sumpah Pemuda sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.

Hasil Kongres Pemuda II

Rapat kedua dilanjutkan pada Minggu, 28 Oktober 1928 di gedung Oost Java. Dalam rapat kedua ini, para peserta lebih banyak membahas tentang pendidikan. Di mana para pemuda berharap agar pendidikan kebangsaan untuk anak muda bisa seimbang.

Setelah itu, rapat ketiga sekaligus penutupan dari Kongres II dilaksanakan di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Keramat Raya No. 106. Rapat yang dihadari oleh para pemuda dari berbagai daerah ini, banyak membahas tentang pentingnya gerakan nasionalisme dan demokrasi.

Selain itu, di gedung Indonesische Clubgebouw (Museum Sumpah Pemuda) ini juga para pemuda merumuskan dan membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Pembacaan ikrar ini menjadi titik awal bagi kebangkitan para pemuda di Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda dan Maknanya

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda

Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia

Makna Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia yang pertama yaitu menyatukan perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan para pemuda dalam mendapat kemerdekaan sangat besar.

Kala itu, pemuda dan pemudi tokoh Sumpah Pemuda telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia. Tanpa makna Sumpah Pemuda serta perjuangan pemuda dan pemudi kala itu, mungkin saja Indonesia tak mencapai kesatuan untuk melawan penjajah negeri. Para pemuda pemudi terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia.

Memaknai Rasa Cinta kepada Tanah Air

Kemerdekaan Indonesia didapatkan dari perjuangan ratusan tahun yang melibatkan pengorbanan nyawa dan harta benda rakyat. Begitu pun dengan makna Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda pun menyumbang pada gerakan kemerdekaan sebagai cerminan rasa cinta pemuda pemudi pada bangsa Indonesia. Tindakan yang nyata dan tulus merupakan wujud dari rasa cinta kepada tanah air. Termasuk pula mencintai keragaman budaya, agama dan masyarakat.

Mendorong Semangat Juang Generasi Muda

Ketika membaca isi Sumpah Pemuda, Anda akan merasakan semangat pemuda pemudi pencetus Sumpah Pemuda. Semangat dalam isi Sumpah Pemuda dapat menjadi contoh bagi generasi muda masa kini untuk mengambil langkah dan melakukan sesuatu bagi bangsa Indonesia.

Memaknai Sumpah Pemuda dengan mendalam dapat menumbuhkan semangat juang mendapatkan suatu tujuan. Semangat terus berkobar sekalipun banyak rintangan seperti yang dilakukan generasi terdahulu.

Menekankan Rasa Bangga akan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 36.

Kebanggaan akan bahasa Indonesia perlu ditekankan. Terlebih saat ini bahasa Indonesia mulai tergeser karena modifikasi bahasa. Padahal, tanpa pemahaman berbahasa yang baik, mengungkapkan isi dan ide akan sulit. Hal ini juga berpengaruh pada inteligensi dan rasa nasionalisme.

Menumbuhkan Kebanggaan Sebagai Bangsa Indonesia

Ketika Sumpah Pemuda diikrarkan, kebanggaan terlihat jelas dari para pemuda pemudi dalam setiap kalimat isi Sumpah Pemuda. Generasi muda seharusnya juga bangga akan tanah air.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dan memiliki beragam budaya. Kekayaan dan keberagaman tersebut tentu harus dilestarikan oleh para generasi muda.

Sebagai Ajakan untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia

Menjaga keutuhan bangsa merupakan hal yang harus dilakukan oleh masyarakat. Di era sekarang, makna Sumpah Pemuda harus ditanamkan melalui pelajaran Sejarah di sekolah. Hal ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para generasi muda. Perkembangan teknologi saat ini cukup berpengaruh pada cara berpikir generasi muda. Teknologi seharusnya digunakan secara bijak agar generasi muda dapat lebih peduli dan paham akan kondisi negaranya.

 


Lahirnya Sumpah Pemuda

Ternyata, isi dari Sumpah Pemuda ini baru mulai diinisiasi selagi Kongres Pemuda II itu berjalan loh. Awalnya, belum ada rencana sama sekali bakal ada Sumpah Pemuda ini. Setelah proses panjang selama dua hari itu, baru deh lahir 3 janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda ini.

Jadi ceritanya, waktu itu kongres sudah menuju akhir acara nih, mau memasuki pembacaan keputusan kongres. Moh. Yamin memberi secarik kertas kepada Soegondo selaku pimpinan kongres sambil berbisik, “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie”. Artinya, “Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan kongres ini”. Kemudian Soegondo menyetujui, dan secarik kertas ini diedarkan ke para peserta kongres lainnya. Karena mendapat respon yang positif, baru deh Yamin menjelaskan secara detail, apa maksud dari hal yang dia tulis di secarik kertas itu. Isinya tak lain dan tak bukan adalah, 3 poin yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda gais! Eits, tapi waktu itu, namanya masih Ikrar Pemuda ya, baru beberapa waktu setelah kongresnya selesai, namanya diubah deh oleh Yamin sendiri menjadi Sumpah Pemuda.

Dalam penulisannya sendiri, kala itu ikrarnya masih ditulis dengan ejaan van ophuijsen ya gais, jadi ejaan ini bunyi dan penuturannya mirip penuturan Belanda. Karena pada saat itu, masih belum banyak rakyat Indonesia yang fasih berbahasa Melayu. Buat isi lengkap ikrarnya langsung simak di bawah yuk gais:


Nah jadi itu sedikit tentang sejarah lahirnya Sumpah Pemuda gais. Akhirnya kita bakal masuk ke bagian yang paling aku tunggu nih. Jadi sebenernya nih ya, ada beberapa peristiwa menarik loh yang terjadi di detik-detik lahirnya Sumpah Pemuda ini. Kamu masih inget kan, tadi di atas aku sempet bahas W. R. Supratman selaku pencipta lagu Indonesia Raya? Kira-kira kenapa aku bahas beliau ya? Huehehe, jadi ada cerita nih gais.

Alunan Melodi Indonesia Raya

Ternyata, di Kongres Pemuda II ini lagu Indonesia Raya perdana dilantunkan loh gais! Jadi awalnya gini, di sesi istirahat, W. R. Supratman melantunkan lagu Indonesia Raya nih. Tapi cuma menggunakan instrumen kesayangannya, biola. Karena waktu itu kondisinya, gerak-gerik perjuangan para pemuda Indonesia itu selalu diawasi ketat oleh Belanda, dan Kongres Pemuda II juga tidak terkecuali. Takutnya, waktu penyebutan kata “Merdeka” dan “Indonesia” akan menimbulkan gesekan dengan pihak Belanda, makanya hanya dilantunkan dengan instrumen.

Tapi gais, ternyata hadirin terpukau banget nih dengan alunan yang dimainkan, sampe-sampe para peserta kongres minta encore, semua berharap lagu Indonesia Raya diulang lagi, namun kali ini benar-benar dinyanyikan. Walaupun awalnya takut, tapi aku yakin deh, pasti gelora persatuannya udah menyeruak ke seluruh ruangan kan. Akhirnya bener deh, karena dorongan itu, disepakati lah untuk menyanyikan Indonesia Raya. Eits, tapi ada sedikit modifikasi nih. Karena sama dengan kekhawatiran di awal, jadi ada sedikit bagian pada liriknya yang diubah sementara, agar tidak mengundang kecurigaan dari pengawas Belanda. Kata “merdeka” diubah menjadi “mulia”.

Setelah disepakati, tibalah saatnya memilih orang yang akan menyanyikan lagu kebanggaan Indonesia ini. Tanpa jeda panjang, akhirnya dipilihlah seseorang yang juga ada dalam kongres tersebut, namun bukan peserta. Kehormatan ini jatuh kepada seorang wanita muda berumur 15 tahun, Theodora Atia.

Lantunan Perdana Indonesia Raya

Siapa gerangan Theodora ini? Jadi gais, Theodora Atia tak lain dan tak bukan adalah putri dari Haji Agus Salim. Ituloh, tokoh legendaris pejuang kemerdekaan Indonesia, salah satu tokoh dalam Panitia 9 BPUPKI, dan salah satu penyandang gelar Pahlawan Nasional Indonesia. Ya kamu pasti kenal kann hehe. Sapaan akrab Theodora ini adalah Dolly Salim.

Jadi ceritanya, Dolly waktu itu juga turut hadir dalam Kongres Pemuda II, tapi karena usianya yang masih belia, dia tidak termasuk sebagai peserta. Saat Indonesia Raya dilantunkan dawai milik W. R. Supratman, Dolly juga ikut mengiringi nih dengan alunan melodi pianonya. Ini dia yang kemungkinan menjadi alasan para peserta kongres ketika menunjuk Dolly sebagai pelantun perdana Indonesia Raya.

Setelah ditunjuk, akhirnya Dolly berdiri di atas kursinya, yang kebetulan juga berada di barisan paling depan. Karena memang dalam agenda rapat, sebenarnya tidak ada rencana untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, sehingga dalam ruangan pun tidak terdapat panggung. Ketika dinyanyikan, sontak semua peserta kongres ikut berdiri dan mengiringi pelan nyanyian Dolly. Akhirnya dicapai lah momen indah dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan. Theodora Atia alias Dolly Salim, menjadi pelantun perdana lagu Indonesia Raya pada tanggal 28 Oktober 1928.

Tidak sia-sia perjuangan para peserta kongres, karena selain lahirnya Ikrar Pemuda, para pemuda pada Kongres Pemuda II juga menyaksikan sekaligus mendengar peristiwa bersejarah, di mana lagu Indonesia Raya pertama kali dilantunkan dengan liriknya. Eh tapi kalo ngomongin lagu, sekarang aku mau bahas deh tentang beberapa lagu yang identik banget nih sama peringatan Sumpah Pemuda.

Lagu-Lagu Seputar Pemuda Indonesia

Biasanya nih waktu upacara di sekolah memperingati Hari Sumpah Pemuda, di saat menyanyikan lagu nasional, pasti deh yang dinyanyikan itu antara “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Satu Nusa Satu Bangsa”. Bukan karena kebetulan ya, tapi memang kedua lagu tersebut masih ada kaitannya loh sama Sumpah Pemuda.

Kalo untuk lagu “Bangun Pemudi Pemuda” sendiri, memang isinya spesifik tentang semangat kaum muda untuk perjuangan kemerdekaan. Sedangkan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”, isinya juga mengandung janji yang diucapkan dalam Sumpah Pemuda. Tapi gais, walaupun kedua lagu ini masih identik dengan Sumpah Pemuda, tapi penciptaannya bukan selagi kongres Pemuda berlangsung ya.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PKN MENGENAL SUKU JAWA

  MAKALAH PKN "MENGENAL SUKU JAWA"   D I S U S U N OLEH : Nama Kelompok 1.Reihaadi 2.Sri Rahayu zoratul ...