GELAR SENI DAN BUDAYA DALAM
RANGKA ACARA PERPISAHAN PESERTA DIDIK
KELAS XII SMA N 1 SIAK
PROPOSAL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
ARTA TESALONICA
XI. IPS 2
A. Judul Proposal
Gelar Seni dan Budaya dalam Rangka
Acara Perpisahan peserta didik kelas XII SMA N 1 Siak
B. Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Pentas seni merupakan
ajang yang tepat untuk menggali kreativitas peserta didik di luar potensi
akademik. Melalui pagelaran pentas seni, peserta didik dapat menunjukkan bakat
yang dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk
perkembangan peserta didik yang bersangkutan maupun pihak sekolah.
Oleh karena itu, kami
selaku pihak OSIS yang mewakili suara semua peserta didik SMA N 1 Siak
berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring
potensi peserta didik di bidang seni, acara ini sekaligus sebagai ajang
perpisahan dengan kakak kelas XII. Seperti diketahui bahwa sebentar lagi
kakak-kakak kelas XII akan segera meninggalkan sekolah ini.
Dalam kegiatan ini,
kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Produktif dan Kreatif
dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini diharapkan seluruh peserta didik SMA
N 1 Siak menyadari pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Caranya
yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk meraih masa depan sesuai
cita-cita sekoah ini
2. Perumusan Masalah
Gelar seni dan budaya
dalam acara perpisahan kelas XII sangatlah baik ditampilkan karena lewat acara
tersebut anak-anak didik ini dapat lebih mengenal kebudayaan yang ada di
Indonesia dan juga mau mengembangkan seni-seni yang ada di indonesia ini.
Berdasarkan uraian ini, masalah yang
akan dijadikan fokus dari kegiatan ini ialah sebagai berikut.
a. Apakah gelar seni dan budaya
pantas atau cocok ditampilkan di acara perpisahan sekolah?
b. Bagaimana konsep acara seni budaya
ditampilkan di sekolah ini?
c. Apakah anak-anak didik sekolah ini
bersedia untuk mempertunjukkan seni dan budaya
indonesia?
d. Bagaimana cara agar penonton acara
ini tertarik melihat gelar seni dan budaya ini?
3. Tujuan kegiatan
Untuk memperjelas arah kegiatan ini,
dirumuskan tujuan kegiatan sebagai berikut.
a. Untuk mempelajari bagaimana konsep
konsep yang akan diterapkan dalam acara gelar seni dan budaya
b. Untuk memperkenalkan budaya dan
seni indonesia kepada anak-anak murid
c. Untuk mengembangkan keterampilan
atau bakat anak didik dalam bidang seni dan budaya
d. Untuk membuat anak didik selalu
ingat pada kebudayaan indonesia yang menjadi khas dari indonesia
4. Kontribusi Kegiatan
Hasil dari kegiatan ini diharapkan
dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang budaya indonesia pada anak-anak
murid. Dari kegiatan ini anak-anak akan selalu mengingat budaya-budaya dan
kesenian lokal serta mencintai tanah air nya dan selalu melestarikan kebudayaan
indonesia. Dan lewat kegiatan ini kebudayaan bangsa indonesia akan selalu
terjaga dan tidak akan hilang.
5. Definisi Operasional
Gelar seni dan budaya adalah suatu
acara yang menampilkan kesenian lokal dan budaya budaya dari bangsa Indonesia.
Gelar seni dan budaya ini dilakukan dalam acara perpisahan kelas XII di SMA N 1
Siak.
C. Tinjauan Pustaka
KAJIAN PUSTAKA
A. Budaya atau Kebudayaan
1. Pengertian Budaya
atau Kebudayaan
Kata “Budaya” berasal
dari Bahasa Sansekerta “Buddhayah”, yakni bentuk jamak dari “Budhi” (akal).
Jadi, budaya adalah segala hal yang bersangkutan dengan akal. Selain itu kata
budaya juga berarti “budi dan daya” atau daya dari budi. Jadi budaya adalah
segala daya dari budi, yakni cipta, rasa dan karsa.
1 Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia budaya artinya pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau
sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.
2 Budaya adalah suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan
bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
1 Ary H. Gunawan, Sosiologi
Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem
Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta,
2000), h. 16.
2 Departemen Pendidikan Nasional,
Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), Edisi ke-3
(Jakarta: Balai Pustaka, 2000), h.
169.
2. Seni Budaya
Seni dan Budaya merupakan dua hal
yang tidak dapat dipisahkan. Karena disetiap
seni pasti mengandung kebudayaan yang khas dan begitu pula sebaliknya, pada setiap kebudayaan pasti mengandung nilai
seni yang indah. Menurut (Sachari, 2005:5)
Seni merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta yaitu sani. Yang berarti „pemujaan,pelayanan dan persembahan‟.
Sehingga kata tersebut memiliki ikatan
erat dengan suatu upacara keagamaan atau biasa dikenal dengan nama ”kesenian”.
Seni sendiri juga dapat diartikan sebagai kebalikan dari alam, yaitu sebagai hasil campur tangan (sentuhan)
manusia. Seni merupakan pengelolahan diri manusia secara tekun untuk mengubah
suatu benda bagi kepentingan rohani dan jasmani
manusia. Seni merupakan ekspresi manusia yang akan berkembangan menjadi budaya manusia.
Budaya atau Kebudayaan, dalam bahasa
inggris, kebudayaaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin colere, yaitu mengelolah atau Culture atau cultuur
bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Dengan demikian, kata budaya ada hubungannya dengan kemampuan
manusia dalam mengelolah sumber-sumber
kehidupan, dalam hal ini pertanian. Kata culture juga kadang diterjemakan sebagi kultur dalam bahasa
Indoesia. Kebudayaan juga mengandung hasil
kegiatan pada suatu masyarakat seperti pendapat yang dikemukakan oleh
Edward B. Taylor dalam (Ahmad,
2005:32) bahwa kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan,
kesenian moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Dari penjelasan diatas, dapat
diperoleh pengertian mengenai kebudayaan sebagai sistem pengetahuan yang
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pemikiran manusia.
Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia pendidikan, pendidikan
sendiri adalah setiap usaha, pengaruh perlindungan dan bantuan yang memberikan
kepada anak bertujuan kepada kedewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu
anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datang
dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti buku,
sekolah, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan tujuan kepada orang
yang belum dewasa yang dikemukakan oleh Langeveld dalam (Hasbullah, 1999:2).
Yang berarti pendidikan merupakan tujuan yang dimana untuk membantu setiap
insan yang lebih muda untuk dapat menentukan yang akan dilakukan pada masa
depan. Pendidikan seni budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang
berbasis budaya yang aspek-aspeknya, meliputi: seni rupa, seni musik, seni
tari, dan juga keterampilan. Pendidikan kesenian sebagaimana yang dinyatakan
oleh Ki Hajar Dewantara dalam (Hasbullah,1999:4), merupakan salah satu faktor
penentu dalam membentuk kepribadian anak.
D. Metode Kegiatan
Metode yang digunakan dalam kegiatan
ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan jenis pembelajaran
yang menyajikan materi pelajaran kepada siswa yang digabungkan dengan
penjelasan. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran
yang dijelaskan. Jadi dari metode demonstrasi ini siswa akan lebih mudah
mengerti makna dari seni dan kebudayaan yang akan ditampilkan itu.
E. Jadwal Pelaksanaan
1. Pentas drama kolosal dan teater
Hari/tanggal : Kamis, 22 Februari 2021.
Pukul :
17.00-20.00 WIB.
Tempat : Lapangan upacara SMA N 1 Siak
2. Pentas sendra tari, seni islami,
pencak silat
Hari/tanggal : Jumat, 23 Februari 2021.
Pukul :
17.00-20.00 WIB.
Tempat : Lapangan upacara SMA N 1 Siak.
3. Pentas stand up comedy dan music
band
Hari/tanggal : Sabtu, 24 Februari 2021
Pukul :
08.00-15.00 WIB.
Tempat : Aula SMA N 1 Siak
F.
Rencana Anggaran
1. Pemasukan
• Dana kas sekolah : Rp 1.500.000
• Dana partisipasi siswa : Rp 2.500.000
• Dana sponsor Axis : Rp 2.000.000
• Dana sponsor Telkomsel : Rp 3.000.000
• Dana partisipasi guru : Rp 500.000
Total : Rp 9.500.000
2. Pengeluaran
• Sewa tempat : Rp 1.000.000
• Sewa panggung : Rp 3.000.000
• Sewa alat musik : Rp 2.000.000
• Konsumsi : Rp 1.500.000
• Publikasi : Rp 500.000
• Dokumentasi : Rp 500.000
• Lain-lain : Rp 500.000
Total : Rp 9.000.000
G. Daftar Pustaka
Bangun, Sem Cornelyus., 2014.
Buku Guru SMA Seni Budaya.
Jakarta: Pusat kurikulumdan Pembukuan,
Balitbang, Kemendikbud.
Cooper, James M. 1994. “the Teacher
As a Decision Maker”.
Classroom Teaching Skills.
Toronto : D.C. Health and Company.
Dasna, I Wayan. 2008.
Penelitian Tindakan Kelas dan
Penulisan Karya Ilmiah
. Malang :UM PSG Rayon 15
Degeng, I Nyoman Sudana. 1989.
Taksonomi Variabel.
Jakarta : Depdikbud 1993/1994.Degeng, I Nyoman
Sudana. 2001.
Pedoman Penulisan Buku Ajar.
Malang : LP3
Hamzah, Adjib A. 1985.
Pengantar Bermain Drama.
Bandung : CV Rosda.Hasantosa, Eko dkk. 2008.
Seni Teater Jilid 2 untuk SMK
. Jakarta: Pusat PerbukuanDepartemen
Pendidikan Nasional.
Hunter, M. 1987.
Mastery Teaching Maching Material
Meaningful.
TIP. Publication ElsegundoEisner, Elliot W.
1972 .
Education Artistik Vision.
New York : Macmilan Company
Kaufman, R.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar