Selasa, 23 November 2021

Arta Proposal Gelar Seni Dan Budaya Dalam Rangka Acara Perpisahan Peserta Didik

 



GELAR SENI DAN BUDAYA DALAM RANGKA ACARA PERPISAHAN PESERTA DIDIK

KELAS XII SMA N 1 SIAK

 

PROPOSAL

D

I

S

U

S

U

N

OLEH:

 

ARTA TESALONICA

XI. IPS 2

 

 

A. Judul Proposal

Gelar Seni dan Budaya dalam Rangka Acara Perpisahan peserta didik kelas XII SMA N 1 Siak

 

B. Pendahuluan

     1. Latar Belakang Masalah

Pentas seni merupakan ajang yang tepat untuk menggali kreativitas peserta didik di luar potensi akademik. Melalui pagelaran pentas seni, peserta didik dapat menunjukkan bakat yang dimilikinya kepada publik. Kondisi ini tentu sangat bagus untuk perkembangan peserta didik yang bersangkutan maupun pihak sekolah.

 

Oleh karena itu, kami selaku pihak OSIS yang mewakili suara semua peserta didik SMA N 1 Siak berinisiatif untuk mengadakan pentas seni. Selain bertujuan untuk menjaring potensi peserta didik di bidang seni, acara ini sekaligus sebagai ajang perpisahan dengan kakak kelas XII. Seperti diketahui bahwa sebentar lagi kakak-kakak kelas XII akan segera meninggalkan sekolah ini.

 

Dalam kegiatan ini, kami selaku panitia telah sepakat untuk mengangkat tema “Produktif dan Kreatif dalam Meraih Masa Depan”. Melalui tema ini diharapkan seluruh peserta didik SMA N 1 Siak menyadari pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Caranya yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk meraih masa depan sesuai cita-cita sekoah ini

 

     2. Perumusan Masalah

Gelar seni dan budaya dalam acara perpisahan kelas XII sangatlah baik ditampilkan karena lewat acara tersebut anak-anak didik ini dapat lebih mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia dan juga mau mengembangkan seni-seni yang ada di indonesia ini.

Berdasarkan uraian ini, masalah yang akan dijadikan fokus dari kegiatan ini ialah sebagai berikut.

a. Apakah gelar seni dan budaya pantas atau cocok ditampilkan di acara perpisahan sekolah?

b. Bagaimana konsep acara seni budaya ditampilkan di sekolah ini?

c. Apakah anak-anak didik sekolah ini bersedia untuk mempertunjukkan seni dan budaya     

     indonesia?

d. Bagaimana cara agar penonton acara ini tertarik melihat gelar seni dan budaya ini?

 

     3. Tujuan kegiatan

Untuk memperjelas arah kegiatan ini, dirumuskan tujuan kegiatan sebagai berikut.

a. Untuk mempelajari bagaimana konsep konsep yang akan diterapkan dalam acara gelar seni dan budaya

b. Untuk memperkenalkan budaya dan seni indonesia kepada anak-anak murid

c. Untuk mengembangkan keterampilan atau bakat anak didik dalam bidang seni dan budaya

d. Untuk membuat anak didik selalu ingat pada kebudayaan indonesia yang menjadi khas dari indonesia

 

      4. Kontribusi Kegiatan

Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih tentang budaya indonesia pada anak-anak murid. Dari kegiatan ini anak-anak akan selalu mengingat budaya-budaya dan kesenian lokal serta mencintai tanah air nya dan selalu melestarikan kebudayaan indonesia. Dan lewat kegiatan ini kebudayaan bangsa indonesia akan selalu terjaga dan tidak akan hilang.

 

      5. Definisi Operasional

Gelar seni dan budaya adalah suatu acara yang menampilkan kesenian lokal dan budaya budaya dari bangsa Indonesia. Gelar seni dan budaya ini dilakukan dalam acara perpisahan kelas XII di SMA N 1 Siak.

 

C. Tinjauan Pustaka

 

KAJIAN PUSTAKA

A. Budaya atau Kebudayaan

 

1. Pengertian Budaya atau Kebudayaan

Kata “Budaya” berasal dari Bahasa Sansekerta “Buddhayah”, yakni bentuk jamak dari “Budhi” (akal). Jadi, budaya adalah segala hal yang bersangkutan dengan akal. Selain itu kata budaya juga berarti “budi dan daya” atau daya dari budi. Jadi budaya adalah segala daya dari budi, yakni cipta, rasa dan karsa.

1 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia budaya artinya pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.

2 Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

 

 

 

1 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem

Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), h. 16.

2 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), Edisi ke-3

(Jakarta: Balai Pustaka, 2000), h. 169.

 

2. Seni Budaya

 

Seni dan Budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena  disetiap seni pasti mengandung kebudayaan yang khas dan begitu pula sebaliknya,  pada setiap kebudayaan pasti mengandung nilai seni yang indah. Menurut (Sachari,  2005:5) Seni merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta yaitu sani. Yang  berarti „pemujaan,pelayanan dan persembahan‟. Sehingga kata tersebut memiliki  ikatan erat dengan suatu upacara keagamaan atau biasa dikenal dengan nama ”kesenian”. Seni sendiri juga dapat diartikan sebagai kebalikan dari alam, yaitu  sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia. Seni merupakan pengelolahan diri manusia secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan  jasmani manusia. Seni merupakan ekspresi manusia yang akan berkembangan  menjadi budaya manusia.

Budaya atau Kebudayaan, dalam bahasa inggris, kebudayaaan disebut  culture, yang berasal dari kata Latin colere, yaitu mengelolah atau Culture atau cultuur bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Dengan demikian,  kata budaya ada hubungannya dengan kemampuan manusia dalam mengelolah  sumber-sumber kehidupan, dalam hal ini pertanian. Kata culture juga kadang  diterjemakan sebagi kultur dalam bahasa Indoesia. Kebudayaan juga mengandung  hasil kegiatan pada suatu masyarakat seperti pendapat yang dikemukakan oleh

Edward B. Taylor dalam (Ahmad, 2005:32)  bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Dari penjelasan diatas, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan sebagai sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pemikiran manusia. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia pendidikan, pendidikan sendiri adalah setiap usaha, pengaruh perlindungan dan bantuan yang memberikan kepada anak bertujuan kepada kedewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datang dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti buku, sekolah, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan tujuan kepada orang yang belum dewasa yang dikemukakan oleh Langeveld dalam (Hasbullah, 1999:2). Yang berarti pendidikan merupakan tujuan yang dimana untuk membantu setiap insan yang lebih muda untuk dapat menentukan yang akan dilakukan pada masa depan. Pendidikan seni budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya yang aspek-aspeknya, meliputi: seni rupa, seni musik, seni tari, dan juga keterampilan. Pendidikan kesenian sebagaimana yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam (Hasbullah,1999:4), merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepribadian anak.

 

D. Metode Kegiatan

 

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan jenis pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran kepada siswa yang digabungkan dengan penjelasan. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran yang dijelaskan. Jadi dari metode demonstrasi ini siswa akan lebih mudah mengerti makna dari seni dan kebudayaan yang akan ditampilkan itu.

 

E. Jadwal Pelaksanaan

 

1. Pentas drama kolosal dan teater

Hari/tanggal   : Kamis, 22 Februari 2021.

Pukul               : 17.00-20.00 WIB.

Tempat            : Lapangan upacara SMA N 1 Siak

 

2. Pentas sendra tari, seni islami, pencak silat

Hari/tanggal   : Jumat, 23 Februari 2021.

Pukul               : 17.00-20.00 WIB.

Tempat            : Lapangan upacara SMA N 1 Siak.

 

3. Pentas stand up comedy dan music band

Hari/tanggal   : Sabtu, 24 Februari 2021

Pukul               : 08.00-15.00 WIB.

Tempat            : Aula SMA N 1 Siak

 

 

 

 

 

F.  Rencana Anggaran

 

1. Pemasukan

• Dana kas sekolah                             : Rp 1.500.000

• Dana partisipasi siswa                     : Rp 2.500.000

• Dana sponsor Axis                            : Rp 2.000.000

• Dana sponsor Telkomsel                  : Rp 3.000.000

• Dana partisipasi guru                      : Rp 500.000

Total    : Rp 9.500.000

 

2. Pengeluaran

• Sewa tempat                                    : Rp 1.000.000

• Sewa panggung                                : Rp 3.000.000

• Sewa alat musik                               : Rp 2.000.000

• Konsumsi                                          : Rp 1.500.000

• Publikasi                                           : Rp 500.000

• Dokumentasi                                    : Rp 500.000

• Lain-lain                                           : Rp 500.000

Total    : Rp 9.000.000

 

G. Daftar Pustaka

 

Bangun, Sem Cornelyus., 2014.

Buku Guru SMA Seni Budaya.

 Jakarta: Pusat kurikulumdan Pembukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Cooper, James M. 1994. “the Teacher As a Decision Maker”.

Classroom Teaching Skills.

 Toronto : D.C. Health and Company.

Dasna, I Wayan. 2008.

Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah

. Malang :UM PSG Rayon 15

 Degeng, I Nyoman Sudana. 1989.

Taksonomi Variabel.

 Jakarta : Depdikbud 1993/1994.Degeng, I Nyoman Sudana. 2001.

Pedoman Penulisan Buku Ajar.

 Malang : LP3

Hamzah, Adjib A. 1985.

Pengantar Bermain Drama.

 Bandung : CV Rosda.Hasantosa, Eko dkk. 2008.

Seni Teater Jilid 2 untuk SMK

. Jakarta: Pusat PerbukuanDepartemen Pendidikan Nasional.

 Hunter, M. 1987.

Mastery Teaching Maching Material Meaningful.

 TIP. Publication ElsegundoEisner, Elliot W. 1972 .

Education Artistik Vision.

 New York : Macmilan Company

Kaufman, R.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PKN MENGENAL SUKU JAWA

  MAKALAH PKN "MENGENAL SUKU JAWA"   D I S U S U N OLEH : Nama Kelompok 1.Reihaadi 2.Sri Rahayu zoratul ...