IDENTIFIKASI ALTERNATIF PENGADAAN BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN DAERAH
AIR MINUM (PDAM ) KABUPATEN BOYOLALI
TUGAS BAHASA INDONESIA
PROPOSAL
![]()
![]()
![]()
DISUSUN OLEH :
NAMA : GUSTINI SAPUTRI
KELAS : XI. IPS 5
SMAN 2
TUALANG
2021/2022
A.Judul
Proposal
IDENTIFIKASI
ALTERNATIF PENGADAAN BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM )
KABUPATEN BOYOLALI
B.Pendahuluan
1.Latar
Belakang Masalah
PDAM Boyolali adalah suatu
perusahaan yang bergerak di bidang jasa yaitu
pendistribusian air bersih. Selama ini PDAM Boyolali telah beroperasi dengan 12.924.438 sambungan rumah/ pelanggan
di seluruh wilayah kabupaten Boyolali.
Dengan 14 sumber mata air yang terdiri dari 4 air permukaan ( sungai ) dan 10
air dalam ( sumur dalam ). Teknologi yang di gunakan dalam pendistribusian air
ini adalan dengan pompa dan gaya grafitasi. Dengan keadaan tersebut PDAM
berusaha melayani konsumennya semaksimal mungkin sehingga konsumen merasa puas.
Pada dasarnya suatu perusahaan, baik
itu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa maupun manufacturing
selalu berusaha menjamin kelancaran, kelangsungan hidup dan pertumbuhan, baik
jangka panjang maupun jangka pendek perusahaan, walaupun perusahaan mempunyai
banyak tujuan yang harus dicapai, tetapi pada dasarnya tujuan utama perusahaan
adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal. Keadaan ini pula yang diinginkan
oleh PDAM Boyolali.
Dengan delapan wilayah kerja atau di sebut IKK (Ibu Kota Kecamatan)
yaitu : IKK Pusat/Boyolali, IKK Musuk, IKK Ampel, IKK Teras, IKK Simo, IKK
Banyudono, IKK Sambi, IKK Juwangi. Dari ke delapan wilayah tersebut muncul
suatu permasalahan yaitu kurangnya sumber air di beberapa tempat karena tidak
samanya jumlah sumber air yang di gunakan untuk mencukupi kebutuhan
konsumennya. Tetapi di beberapa tempat mempunyai sumber air yang berlebih.
Keadaan ini di sebabkan karena letak wilayahnya yang berbeda-beda
secara topografi. Belum lagi dari beberapa sumber air permukaan yang debit
airnya selalu terpengaruh oleh musim. Keadaan ini di alami oleh beberapa tempat
seperti di teras dan simo dimana dua wilayah tersebut hanya memiliki sumber air
permukaan atau sungai sebagai sumber utama bahan baku. Dari keadaan inilah maka
penulis mencoba untuk mencari solusinya agar distribusi air merata di semua
wilayah. Dimana penulis menggunakan cara menekan biaya transportasi
pendistribusian air di daerah yang memiliki sumber yang melimpah dengan
pemilihan pola distribusi yang tepat pada pendistribusian yang optimal.
2.Perumusan
Masalah
Permasalahan
umum yang dikaji berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai berikut:
1.
Apakah
debit air yang dihasilkan di tiap-tiap sumber sudah dapat memenuhi
kebutuhan
konsumennya ?
2.
Apakah
perlu adanya perbaikan dan penambahan alternatif untuk memenuhi
kebutuhan air ?
3.Tujuan
Penelitian
Agar
penghitungan lingkup permasalahan dalam penelitian lebih terarah, perlu
dilakukan batasan-batasan permasalahan, yaitu:
1.
Untuk
menentukan pola distribusi produk yang optimal.
2.
Untuk
mendapatkan solusi alternatif pengadaan air dengan pertimbangan biaya pendistribusian
dengan metode transportasi.
4.Konstribusi
Penelitian
Sebagai bahan masukan, informasi untuk memperhatikan kemampuan PDAM
dalam melayani konsumennya, berkaitan dengan kemampuan untuk menyediakan bahan
baku yang layak dan Menentukan pola distribusi produk yang optimal, serta memuaskan
bagi konsumennya dan solusi-solusi baru yang telah di dapat dari penelitian ini
sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada dan Dapat
mengaplikasikan secara nyata ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dari bangku
kuliah.
5.Definisi
Operasional
Air
bersih merupakan air yang dipakai untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya
memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak (Yunus dan
Witarso, 1992). Air minum adalah air yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna,
tidak berasa, dan rasa segar oleh kandungan oksigen (Izdihar dan Hadi, 1984).
Sesuai dengan ketentuan dunia ( WHO ) maupun badan dunia setempat ( Depkes )
layak tidaknya air untuk kehidupan Manusia ditentukan berdasarkan
persyaratan
kualitas secara fisik, kimia dan biologi. Secara fisik meliputi : kekeruhan,
temperatur, warna, bau dan rasa.
C.Tinjauan
Pustaka
Pemenuhan akan air bersih akan menuntut pihak pengelola untuk dapat
memberikan jasa layanan yang lebih baik, tetapi juga dipertimbangkan dengan
pendapatan yang diperoleh untuk dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan oleh
pihak pengelola. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam penyediaan air
bersih selalu akan menambah biaya operasional, selain itu dari pendapatan
pengelolaan air diupayakan untuk dapat memberikan masukan atau pendapatan bagi
Pemerintah Daerah, sehingga untuk menutup biaya operasional yang dikeluarkan
dan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah maka upaya yang dilakukan
adalah dengan menentukan tarif dasar air yang nantinya dapat membantu menutup
biaya operasional dan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah juga akan
dapat meningkatkan pendapatan dari PDAM itu sendiri, sehingga PDAM ini akan
dapat berdiri sendiri tanpa ada lagi subsidi dari Pemerintah Daerah. Dengan
kenyataan tersebut maka diupayakan untuk dapat menentukan berapa tarif dasar
air di PDAM yang lebih tepat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan
metode peramalan yaitu untuk mengetahui proyeksi nilai-nilai ditahun mendatang.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung Pendapatan Asli
Daerah dan untuk menentukan biaya tarif dasar air yang lebih tepat. Hasil dari
penelitian ini berupa analisis cash flow yang digunakan untuk mengetahui
besarnya nilai pajak yang diberikan kepada pemerintah daerah sebesar Rp.
4.734.682.419,00 atau dapat menyumbang sebesar Rp.315.645.494,00 pertahun, dan
besarnya tarif dasar air untuk tahun 2005 sebesar Rp. 466,00 per m3 dan sampai
dengan tahun 2019 didapatkan tarif dasar air sebesar Rp. 1.366,00 per m3. Meminimalisasi
Biaya Distribusi Pada CV. Sahabat Klaten dengan Menggunakan Metode Transportasi
Disusun oleh : M Johan Dwi Haryanto ,Isi
dari Tugas Akhir tersebut adalah : Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui
serta menetapkan biaya minimal pendistribusian produk dari sumber ke tujuan.
Penentuan biaya optimal pendistribusian produk mempunyai peranan penting bagi
perusahaan, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perusahaan
menyusun perencanaan pendistribusian produk agar produk dapat sampai tepat
waktu dan untuk meminimalkan biaya pengiriman produk.
Adapun penelitian ini dilakukan di CV SAHABAT Klaten dengan
melakukan pengamatan langsung dan mengumpulkan data dengan cara interview dan
mencatat data permintaan produk serta daerah pendistribusian produk setengah
tahun yang lalu. Metode analisa data yang digunakan untuk memecahkan masalah
tersebut menggunakan metode transportasi, untuk solusi awal menggunakan metode
NWC (North West Corner) dan untuk uji optimalisasi mengunakan metode MODI
(Modified Distribution). Hasil dari peliputan pengiriman produk yang telah
dilakuka perusahaan pada bulan Agustus 2005 sebesar Rp. 6.546.000,00. Sedangkan
perhitungan pengiriman produk dengan metode MODI sebesar Rp. 6.270.000,00 Dari
analisa tersebut maka perusahaan dapat meminimalkan biaya transportasi untuk
bulan Agustus 2005 sebesar Rp. 276.000,00 dan dapat diketahui permintaan untuk
masing-masing tujuan. Untuk sumber Pabrik I (Klaten) mendistribusikan ke
Surakarta, Semarang, Pekalongan, sedangkan sumber Pabrik II (Yogyakarta)
mendistribusikan ke Magelang, Semarang, Banyumas.
D.Metode
Penelitian
Sistem pendistribusian adalah sistem pengangkutan atau penyaluran
yaitu berhubungan dengan pengangkutan suatu komunitas dari berbagai sumber ke
titik permintaan. Sedangkan distribusi sendiri mempunyai pengertian kegiatan
penyaluran barang atau jasa dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam
pendistribusian yang mungkin dihadapi adalah jumlah produk yang tersedia untuk
diangkut sama besarnya dengan jumlah permintaan di tempat tujuan, dapat juga
jumlah kapasitas produk yang tersedia dalam jumlah lebih sedikit dari jumlah
permintaan tujuan. Model transportasi berkaitan dengan suatu situasi dimana
suatu komoditas hendak di kirim dari sejumlah sources ( sumber ) menuju ke
sejumlah destination (tujuan ). Tujuan dari persoalan tersebut adalah
menentukan jumlah komoditas yang harus di kirim dari tiap-tiap source ke
tiap-tiap destination sedemikian hingga biaya total pengiriman dapat di
minimumkan, dan pada saat yang sama pembatas yang berupa keterbatasan pasokan
dan kebutuhan permintaan tidak dilanggar. Model transportasi mengasumsikan
bahwa biaya pengiriman komoditas pada rute tertentu adalah proposional dengan
banyaknya unit komoditas yang di kirimkan pada rute tersebut. Secara umum,
model transportasi dapat di perluas pada bidang-bidang
E.Rencana
Anggaran

F.Jadwal
Pelaksanaan

G.Daftar
Pustaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar