Selasa, 23 November 2021

Gustinai Proposal Identifikasi Alternatif Pengadaan Bahan Baku Di Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam ) Kabupaten Boyolali

 

DOWNLOAD DOKUMEN


IDENTIFIKASI ALTERNATIF PENGADAAN BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM ) KABUPATEN BOYOLALI

TUGAS BAHASA INDONESIA

PROPOSAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DISUSUN OLEH :

NAMA        : GUSTINI SAPUTRI

KELAS        : XI. IPS 5

 

SMAN 2   TUALANG

2021/2022

A.Judul Proposal

IDENTIFIKASI ALTERNATIF PENGADAAN BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM ) KABUPATEN BOYOLALI

 

B.Pendahuluan

1.Latar Belakang Masalah

            PDAM Boyolali adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa  yaitu pendistribusian air bersih. Selama ini PDAM Boyolali telah beroperasi  dengan 12.924.438 sambungan rumah/ pelanggan di seluruh wilayah kabupaten  Boyolali. Dengan 14 sumber mata air yang terdiri dari 4 air permukaan ( sungai ) dan 10 air dalam ( sumur dalam ). Teknologi yang di gunakan dalam pendistribusian air ini adalan dengan pompa dan gaya grafitasi. Dengan keadaan tersebut PDAM berusaha melayani konsumennya semaksimal mungkin sehingga konsumen merasa puas.    Pada dasarnya suatu perusahaan, baik itu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa maupun manufacturing selalu berusaha menjamin kelancaran, kelangsungan hidup dan pertumbuhan, baik jangka panjang maupun jangka pendek perusahaan, walaupun perusahaan mempunyai banyak tujuan yang harus dicapai, tetapi pada dasarnya tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal. Keadaan ini pula yang diinginkan oleh PDAM Boyolali.

Dengan delapan wilayah kerja atau di sebut IKK (Ibu Kota Kecamatan) yaitu : IKK Pusat/Boyolali, IKK Musuk, IKK Ampel, IKK Teras, IKK Simo, IKK Banyudono, IKK Sambi, IKK Juwangi. Dari ke delapan wilayah tersebut muncul suatu permasalahan yaitu kurangnya sumber air di beberapa tempat karena tidak samanya jumlah sumber air yang di gunakan untuk mencukupi kebutuhan konsumennya. Tetapi di beberapa tempat mempunyai sumber air yang berlebih.

Keadaan ini di sebabkan karena letak wilayahnya yang berbeda-beda secara topografi. Belum lagi dari beberapa sumber air permukaan yang debit airnya selalu terpengaruh oleh musim. Keadaan ini di alami oleh beberapa tempat seperti di teras dan simo dimana dua wilayah tersebut hanya memiliki sumber air permukaan atau sungai sebagai sumber utama bahan baku. Dari keadaan inilah maka penulis mencoba untuk mencari solusinya agar distribusi air merata di semua wilayah. Dimana penulis menggunakan cara menekan biaya transportasi pendistribusian air di daerah yang memiliki sumber yang melimpah dengan pemilihan pola distribusi yang tepat pada pendistribusian yang optimal.

2.Perumusan Masalah

Permasalahan umum yang dikaji berdasarkan latar belakang diatas  adalah sebagai berikut:

1.      Apakah debit air yang dihasilkan di tiap-tiap sumber sudah dapat memenuhi

kebutuhan konsumennya ?

2.      Apakah perlu adanya perbaikan dan penambahan alternatif untuk memenuhi

kebutuhan air ?

 

3.Tujuan Penelitian

Agar penghitungan lingkup permasalahan dalam penelitian lebih terarah, perlu dilakukan batasan-batasan permasalahan, yaitu:

1.      Untuk menentukan pola distribusi produk yang optimal.

2.      Untuk mendapatkan solusi alternatif pengadaan air dengan pertimbangan biaya pendistribusian dengan metode transportasi.

 

4.Konstribusi Penelitian

Sebagai bahan masukan, informasi untuk memperhatikan kemampuan PDAM dalam melayani konsumennya, berkaitan dengan kemampuan untuk menyediakan bahan baku yang layak dan Menentukan pola distribusi produk yang optimal, serta memuaskan bagi konsumennya dan solusi-solusi baru yang telah di dapat dari penelitian ini sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada dan Dapat mengaplikasikan secara nyata ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dari bangku kuliah.

 

5.Definisi Operasional

Air bersih merupakan air yang dipakai untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak (Yunus dan Witarso, 1992). Air minum adalah air yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan rasa segar oleh kandungan oksigen (Izdihar dan Hadi, 1984). Sesuai dengan ketentuan dunia ( WHO ) maupun badan dunia setempat ( Depkes ) layak tidaknya air untuk kehidupan Manusia ditentukan berdasarkan

persyaratan kualitas secara fisik, kimia dan biologi. Secara fisik meliputi : kekeruhan, temperatur, warna, bau dan rasa.

 

C.Tinjauan Pustaka

Pemenuhan akan air bersih akan menuntut pihak pengelola untuk dapat memberikan jasa layanan yang lebih baik, tetapi juga dipertimbangkan dengan pendapatan yang diperoleh untuk dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan oleh pihak pengelola. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam penyediaan air bersih selalu akan menambah biaya operasional, selain itu dari pendapatan pengelolaan air diupayakan untuk dapat memberikan masukan atau pendapatan bagi Pemerintah Daerah, sehingga untuk menutup biaya operasional yang dikeluarkan dan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah maka upaya yang dilakukan adalah dengan menentukan tarif dasar air yang nantinya dapat membantu menutup biaya operasional dan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah juga akan dapat meningkatkan pendapatan dari PDAM itu sendiri, sehingga PDAM ini akan dapat berdiri sendiri tanpa ada lagi subsidi dari Pemerintah Daerah. Dengan kenyataan tersebut maka diupayakan untuk dapat menentukan berapa tarif dasar air di PDAM yang lebih tepat.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode peramalan yaitu untuk mengetahui proyeksi nilai-nilai ditahun mendatang. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung Pendapatan Asli Daerah dan untuk menentukan biaya tarif dasar air yang lebih tepat. Hasil dari penelitian ini berupa analisis cash flow yang digunakan untuk mengetahui besarnya nilai pajak yang diberikan kepada pemerintah daerah sebesar Rp. 4.734.682.419,00 atau dapat menyumbang sebesar Rp.315.645.494,00 pertahun, dan besarnya tarif dasar air untuk tahun 2005 sebesar Rp. 466,00 per m3 dan sampai dengan tahun 2019 didapatkan tarif dasar air sebesar Rp. 1.366,00 per m3. Meminimalisasi Biaya Distribusi Pada CV. Sahabat Klaten dengan Menggunakan Metode Transportasi  Disusun oleh : M Johan Dwi Haryanto ,Isi dari Tugas Akhir tersebut adalah : Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui serta menetapkan biaya minimal pendistribusian produk dari sumber ke tujuan. Penentuan biaya optimal pendistribusian produk mempunyai peranan penting bagi perusahaan, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perusahaan menyusun perencanaan pendistribusian produk agar produk dapat sampai tepat waktu dan untuk meminimalkan biaya pengiriman produk.

Adapun penelitian ini dilakukan di CV SAHABAT Klaten dengan melakukan pengamatan langsung dan mengumpulkan data dengan cara interview dan mencatat data permintaan produk serta daerah pendistribusian produk setengah tahun yang lalu. Metode analisa data yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut menggunakan metode transportasi, untuk solusi awal menggunakan metode NWC (North West Corner) dan untuk uji optimalisasi mengunakan metode MODI (Modified Distribution). Hasil dari peliputan pengiriman produk yang telah dilakuka perusahaan pada bulan Agustus 2005 sebesar Rp. 6.546.000,00. Sedangkan perhitungan pengiriman produk dengan metode MODI sebesar Rp. 6.270.000,00 Dari analisa tersebut maka perusahaan dapat meminimalkan biaya transportasi untuk bulan Agustus 2005 sebesar Rp. 276.000,00 dan dapat diketahui permintaan untuk masing-masing tujuan. Untuk sumber Pabrik I (Klaten) mendistribusikan ke Surakarta, Semarang, Pekalongan, sedangkan sumber Pabrik II (Yogyakarta) mendistribusikan ke Magelang, Semarang, Banyumas.

 

D.Metode Penelitian

Sistem pendistribusian adalah sistem pengangkutan atau penyaluran yaitu berhubungan dengan pengangkutan suatu komunitas dari berbagai sumber ke titik permintaan. Sedangkan distribusi sendiri mempunyai pengertian kegiatan penyaluran barang atau jasa dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam pendistribusian yang mungkin dihadapi adalah jumlah produk yang tersedia untuk diangkut sama besarnya dengan jumlah permintaan di tempat tujuan, dapat juga jumlah kapasitas produk yang tersedia dalam jumlah lebih sedikit dari jumlah permintaan tujuan. Model transportasi berkaitan dengan suatu situasi dimana suatu komoditas hendak di kirim dari sejumlah sources ( sumber ) menuju ke sejumlah destination (tujuan ). Tujuan dari persoalan tersebut adalah menentukan jumlah komoditas yang harus di kirim dari tiap-tiap source ke tiap-tiap destination sedemikian hingga biaya total pengiriman dapat di minimumkan, dan pada saat yang sama pembatas yang berupa keterbatasan pasokan dan kebutuhan permintaan tidak dilanggar. Model transportasi mengasumsikan bahwa biaya pengiriman komoditas pada rute tertentu adalah proposional dengan banyaknya unit komoditas yang di kirimkan pada rute tersebut. Secara umum, model transportasi dapat di perluas pada bidang-bidang

 

 

 

 

E.Rencana Anggaran

 

F.Jadwal Pelaksanaan

 

 

 

 

G.Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PKN MENGENAL SUKU JAWA

  MAKALAH PKN "MENGENAL SUKU JAWA"   D I S U S U N OLEH : Nama Kelompok 1.Reihaadi 2.Sri Rahayu zoratul ...