Dampak
Bencana Alam dan Peristiwa Alam yang dapat merugikan
Manusia
Makalah Penelitian
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Siswa kelas X SMAN 02 Tualang
Tahun Pelajaran 2021
Disusun
Oleh:
Theo Nehemia
X MIPA 5
Kata
Pengantar
Puji
syukur Tuhan yang Maha esa, karena atas
berkat dan rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan tepat
waktu.Beragam upaya telah pnulis lakukan dalam membuat karya tulis ini, dengan
judul”Dampak Bencana Alam yang merugikan manusia”,Penulis bermaksud, dengan
menyusun karya tulis ini,dapat bermanfaat bagi semua pihak, sehubungan dengan
hal tersebut penulis banyak mengucapkan terimakasih kepada:
1.
Tuhan yang Maha
Esa,yang senantiasa memberikan karunia dan berkat selama menyusun karya tulis
ini
2.
Kedua orang tua
yang selalu memeberikan motivasi dan dukungan sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan
dengan tepat waktu;
3.
Kepada kepala
sekolah SMAN 02 Tualang, karena telah memberikan kesempatan kepada penulis agar
dapat berkarya sesuai dengan kreatifitas yang dimiliki masing-masing individu;
4.
Ibu Erni sebagai
guru sekaligus pembimbing pembimbing penulisan karya tulis ini dan memberikan
masukan serta saran sehinggga penulisan karya tulis ini dapat berjalan sesuai
dengan harapan
5.
Teman-teman SMAN
02 Tualang, khususnya kelas X MIPA 05, yang senantiasa saling menopang, memberi
motivasi semangat dan dukungan dalam terwujudnya karya tulis ini.
Penulis
menyadari, bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis demi kesempurnaan
karya tulis ini.,
Akhir
kata penulis hanya bias berharap, semoga karya tulis ini dapat memberikan
sumbangan pemikiran dan dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik sekolah maupun
lapisan masyarakat.
Tualang,23
November 2021
Penulis
Theo
Nehemia
Daftar Isi
Bab
1
A. Pendahuluan……………………………………………………………………………..4
B. Rumusan
Masalah…………………………………………..............................................4
C. Tujuan
Penelitan………………………………………………………………………….4
D. Metode
Penelitian………………………………………………………………………..4
Bab
II (Deskripsi Wilayah)
A. Lokasi
Penelitian…………………………………………………………………………5.
B. Kondisi
Penelitian dan keberadaan penduduk tempat penelitian…………………………5
Bab
III
A
.Landasan Teori……………………………………………………………......................5
1. Pengertian
Bencana Alam…………………………………………………………….5
2. Faktor-faktor
Bencana Alam………………………………………………………….5
3. Pengertian
kerugian Bencana Alam…………………………………………………..6
B .Metode Penelitian……………………………………………………………………….6
Bab
IV
PEMBAHASAN………………………………………………………………………………..7
1. Macam-macam
Bencana Alam…………………………………………………..............7
Bab
V
PENUTUP……………………………………………………………………………………9
A.Kesimpulan dan saran………………………………………………………………......9
DAFTAR
PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Bencana Alam
adalah merupakan sesuatu kejadian yang mengerikan bagi masyarakat. Bagaimana
tidak bahwa bencana alam ini dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.Ada yang
bilang bahwa bencana dapat terjadi jika memang ulah masyaraktanya sendiri,
namun melihat fakta di lapangan memang tingkat kesadaran terhadap lingkungan masih
minim dalam menjaga lingkungan. Dan itu adalah salah satu dasar mengapa
seringnya terjadi bencana. Selain itu memang Indonesia memliki segudang potensi
bencana alam yang akan terjadi. Dalam 10 tahun terakhir contohnya setiap tahun
selalu saja terjadi beberapa bencana yang sama kembali terjadi di indonesia.
Bahkan jumlah kejadian beberapa bencana misalnya dari tahun 2010 sampai tahun
2017 cenderung miningkat jumlah kejadiannya. Dari hal tersebut tentu
menimbulkan kerugian serta korban jiwa yang mengulang setiap tahunnya
dimasyarakat. Mengapa hal ini selalu terulang dan kaku ketika melihat
masyarakat dalam menghadapi bencana. . Di dalam setiap bencana yang akan
terjadi maupun sesudah, masyarakat kita sering kali mendapatkan
informasi-informasi yang salah. Pada dasarnya masyarakat akan cenderung panik
dalam menghadapi informasi atau isu-isu yang tidak benar. Dalam hal ini sering
terjadi beredar dalam media sosial yang disalurkan oleh oknum yang tidak
bertanggung jawab. Di sinilah bahayanya jika terjadinya informasi yang salah
dan membuat masyarakat jadi panik dan mempercayainnya akan sangat bahaya dengan
dampaknya. Bila hal ini tidak bisa ditangani oleh masyarakat sendiri tidak akan
tau dampaknya bakal bagaimana. dan disinilah peran pemerintah seharusnya menangani.
Dalam menangani, pemerintah harus membuat rencana-rencana ke depannya secara
terstruktur bagaimana menangani masalah manajemen komunikasi bencana ini.
Pemerintah
pusat sudah membuat status hukum undangundang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penangulangan
bencana dan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam penaganan bencana, di semua badan
pemerintah seperti BNPB atau organisasi yang mumpunyai kepentingan dalam
penanganan bencana,mereka tentu memiliki yang namanya manajemen bencana.
Manajemen bencana merupakan suatu proses dimana suatu tim akan membuat
langkahlangkah apa saja yang harus dilakukan dalam penanganan bencana. Seperti menganalisis,
membuat daftar kerja para timnya, logistik, dll, yang berhubunngan langsung dengan
penanganan bencana. Hal ini memang diperlukan sebagai dasar yang harus
diperhatikan, sebab kalau tidak mempunyai dasar ini mungkin tidak akan jelas
apa yang mau jadi penanganan bencana. Di samping lain dalam organisasi dibutuhkan
sebuah komunikasi, yang dimana disetiap kegiatan dalam penaganan bencana
dibutuhkan adanya manajemen komunikasi. komunikasi dan informasi yang
disampaikan oleh pimpinan dan diteruskan kebawahnya dimengerti, dibutuhkan
adanya pola komunikasi, Pola komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari
proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan
komponen lainnya. Ini menunjukan bahwa dari apa yang direncanakan sebuah
organisasi harus jelas dalam komunikasi organisasi.
Bab II
Deskripsi Wilayah
A.Lokasi
Penelitian
Penelitian ini dilakukan di lakukan di
wilayah Tualang tepatnya di Kompleks KPR 2
B.Kondisi Penelitian
dan Keadaan Penduduk Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan
sebaik mungkin dengan mengikuti Protokol Kesehatan dan meminta izin terhadap
warga sekitar untuk melaksanakan penelitian agar masyarakat sekitar tidak
terganggu oleh penelitian yang dilakukuka
Bab III
LANDASAN
TEORI DAN METODE PENELITIAN
A.Landasan Teori
1.Pengertian
Bencana Alam
Bencana alam, adalah
suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia.
Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami,
tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan,
badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit atau peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh
faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda, dan dampak psikologis. Jenis-jenis bencana menurut
Undang-Undang No.24 Tahun 2007, antara lain:
1. Bencana alam adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh
alam antara lain berupa gempa
bumi, tsunami, gunung meletus, banjir,
kekeringan, angin topan, dan tanah
longsor.
2. Bencana non alam adalah
bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
rangkaian peristiwa non alam yang antara
lain berupa gagal teknologi, gagal
modernisasi, epidemi dan wabah penyakit.
3. Bencana sosial adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh
manusia yang meliputi konflik
2.
Faktor-faktor
Bencana alam
Faktor - faktor terjadinya bencana alam dapat disebabkan oleh manusia atau
dari alam itu sendiri. Berikut ini faktor penyebab bencana alam,yaitu:
- Adanya pergeseran atau
pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan gunung meletus
- Adanya pertemuan antara
lempeng samudera dan lempeng benua di kerak bumi saling bergesekan dapat
menyebabkan gempa bumi
- Naiknya gelombang air laut
dengan cepat menyebabkan terjadinya tsunami
- Penebangan hutan secara liar,
dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir, sampai kekeringan.
- Tidak melakukan reboisasi
- Tidak menjaga kebersihan
lingkungan dan membuang sampah ke sungai menyebabkan banjir.
- Pemanasan global
3.
Pengertian Peristiwa Alam
Pengertian Peristiwa alam
adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri.Peristiwa
alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan Akan tetapi, dapat pula yang
tidak membahayakan .Contoh peristiwa alam yang membahayakan adalah
banjir,gunumg meletus,gempa bumi,angina topan, dan tanah longsor. Peristiwa
alam yang tidak membahayakan misalnya Pergantian musim,terbentuknya embun dan
pelangi.
B.Metode Penelitian
Metode Penelitian yang digunakan penulis
untuk menyusun makalah penelitian ini adalah:
1.Penelitian
Pengetahuan
Penelitian pengetahuan berasal dari
kemampuan daya pikir penulis yang telah mengetahui topic yang dijadikan
referensi dalam pembuatan karya tulis.
2.
Studi Pustaka
Suatu metode didalam pengumpulan
data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber seperti dengan membaca buku dan dari internet yang
berhubungan dengan permasalahan yang menjadi topik dalam makalah ini.
3.Penelitian
Wawancara
Penelitian wawancara adalah sebuah
metode penelitian yang mencari sumber informasi yang dididapat dari beberapa
narasumber yang ahli dalam bidangnya.
Bab IV
PEMBAHASAN
A Macam-macam Bencana Alam
1. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran atau
guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar
lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Gempa bumi aceh pada 26 Desember
2004 yang memakan banyak korban jiwa. Gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 Skala
Richter dari dasar laut sebelah Barat Aceh, setelahnya diikuti dengan tsunami
yang memporak-pondakan Aceh dan sekitarnya.
2. Letusan gunung api
Letusan gunung api merupakan bagian
dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya
letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan
abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
3. Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang
yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan,
"nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang
ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat
gempa bumi.
4. Tanah longsor
Tanah longsor merupakan salah satu
jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni
atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun
lereng.
5. Banjir
Banjir adalah peristiwa atau keadaan
dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
6. Banjir bandang
Banjir bandang adalah banjir yang
datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan
terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.
7.Kekeringan
Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah
kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan
lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah
kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung,
kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan.
8. Kebakaran hutan
Kebakaran hutan dan lahan adalah
suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan
kerusakan hutan dan lahan yang
9. Angin puting beliung
Angin putting beliung adalah angin
kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar
menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi
dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).
Gelombang pasang adalah gelombang
tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah
Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah
lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh
kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.
10. Gelombang pasang atau badai
Gelombang pasang atau badai
menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan
lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan
kesehatan masyarakat sekitar.
11. Abrasi
Abrasi adalah proses pengikisan
pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi
biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini
dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun
abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai
penyebab utama abrasi.
BAB V
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Ancaman bencana, baik bencana alam maupun bencana
non-alam memang memiliki tingkat dampak yang berbeda-beda.di tiap tempat.Selama
ini yang kita ketahui hanya dampak buruk dari bencana alam. Bencana alam dapat
mengakibatkan damenyebab bencana alam dibagi 2 yaitu sifat dari alam itu
sendiri dan juga ulah manusia, seperti gempa bumi penyebab alaminya adalah
pergeseran/tabrakan lempeng bumi. Seperti di Indonesia yang sering terjadi
letusan gunung berapi, hal itu dikarenakan Indonesia berada dalam lingkaran
cincin api pasifik atau yang biasa disebut ring of fire.pak yang merusak pada
bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kerusakan infrastruktur dapat
mengganggu aktivitas sosial, korban jiwa, kerusakan ekosistem, dan hilangnya
tempat tinggal.
B.SARAN
Dampak bencana alam ini harus dicegah dari
perubahan diri kita,yaitu:
- Menjaga lingukungan sekitar
- Hindari membuat rumah di pinggiran sungai
- Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi.
- Buanglah sampah pada tempatnya.
- Rajin Membersihkan Saluran Air.
- Membangun Pemecah Gelombang
- Hutan Mangrove/Bakau
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fsumut%2F9-macam-macam-bencana-alam-di-indonesia-dan-penjelasannya-kln.html&psig=AOvVaw0SPg9dDftbYXKEhh9QLZBJ&ust=1637676558869000&source=images&cd=vfe&ved=2ahUKEwj5hNTdkqz0AhXSe30KHcB9AtMQr4kDegQIARB6
Undang-undang No.24 Tahun 2007
LAMPIRAN





Tidak ada komentar:
Posting Komentar